Kebijakan Jokowi Soal Kolaborasi Dinilai Berhasil Percepat Vaksinasi hingga Pelosok
Kolaborasi banyak pihak dianggap berhasil mempercepat vaksinasi Covid-19 hingga ke daerah pelosok. Hal itu diungkapkan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palu, Muhammad Sidiq Djatola. Menurutnya, kolaborasi merupakan kunci sukses Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa Indonesia bangkit dari pandemi.
Kolaborasi banyak pihak dianggap berhasil mempercepat vaksinasi Covid-19 hingga ke daerah pelosok. Hal itu diungkapkan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palu, Muhammad Sidiq Djatola. Menurutnya, kolaborasi merupakan kunci sukses Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa Indonesia bangkit dari pandemi.
Sidiq menilai, kebijakan Jokowi percepat vaksinasi dengan melibatkan banyak pihak merupakan langkah tepat. Sebab akan semakin mendekatkan Indonesia dengan taget mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.
"Kebijakan ini cukup efektif. Karena saya lihat Pak Jokowi tidak hanya memerintahkan Kapolri atau BIN. Tapi melibatkan semua stakeholder," kata Sidiq Djatola di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), ditulis pada Selasa (4/1).
Baca juga:
Capaian Vaksinasi Covid-19 di Sumbar Gagal Sentuh Angka 70 Persen
KAI Daop 1 Jakarta Batalkan 9.000 Perjalanan yang Tak Penuhi Syarat
Dia melanjutkan, sejatinya persoalan pademi Covid-19 merupakan tugas yang harus diselesaikan bersama-bersama. Masyarakat, lanjut ia, tidak bisa hanya bergantung pada setiap kebijakan dari pemerintah saja.
"Kita tidak boleh menyerahkan masalah ini hanya di pundak pemerintah. Tetapi semua harus ikut bahu membahu," lanjutnya.
Menurutnya dibutuhkan kolaborasi dan peran serta dari semua elemen masyarakat. Paling tidak, tambah ia, ikut membantu menyukseskan setiap kebijakan pemerintah seperti patuh protokol kesehatan serta mengikuti program vaksinasi Covid-19.
"Sehingga yang dilakukan Pak Jokowi kami sangat support," pungkasnya.
Sebelumnya, Jokowi meminta semua pihak berkolaborasi untuk meyakinkan vaksinasi Covid-19 aman dan halal. Jokowi juga meminta semua pihak mempercepat vaksinasi ke tempat-tempat yang masyarakatnya belum divaksin.
"Semua pihak harus berkolaborasi, meyakinkan vaksinasi aman dan halal, mempercepat vaksinasi tempat-tempat yang bisa dijangkau untuk menyentuh sebanyak mungkin masyarakat yang belum divaksin," katanya saat pembukaan gerakan vaksinasi 7 juta warga perkebunan dan desa desa produktif secara virtual di kanal youtube Projo, Jumat (24/9/2021).
Eks Wali Kota Solo itu menyebut, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri melakukan percepatan vaksinasi. Bantuan berbagai elemen masyarakat sangat diperlukan.
"Semua pihak bisa turun tangan berpartisipasi membantu dengan berbagai cara sehingga tujuan vaksinasi bisa tercapai dengan cepat," ujarnya.
Baca juga:
Epidemiolog Sarankan Murid Belum Terima Vaksin Lengkap Tidak Melaksanakan PTM
Pemkot Jaksel Catat Vaksinasi Anak 6-11 Tahun sudah Mencapai 51 Persen
Tahun Kedua Penanganan Pandemi: Vaksinasi dan PPKM Jadi Isu Utama
Syarat dan Kriteria Penerima Vaksin Booster Covid-19
Kemenkes Ungkap Penyebab Stok Vaksin Covid Berlimpah dan Banyak yang Kedaluwarsa