Keberanian KPK bagaikan \'anak bajang menggiring angin\'
Polri tidak selayaknya ikut campur dalam proses pemeriksaan kasus ini atas alasan apapun.
Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari memuji keberanian KPK dalam kasus simulator SIM Mabes Polri. KPK dinilai tidak tebang pilih, bahkan, kepolisian saja dapat dibidik dalam penyidikan kasus korupsi simulator SIM yang melibatkan jenderal bintang dua.
"Untuk keberaniannya ini saya ingin menyebutnya dengan 'Anak Bajang Menggiring Angin'. Pasalnya, KPK berani menggiring salah satu episentrum korupsi di negeri ini menuju meja pengadilan hukum. Ini sangat fenomenal bagi pemberantasan korupsi di negeri ini," kata Hajriyanto kepada wartawan, Jakarta, Rabu, (1/8).
Menurutnya, Polri tidak selayaknya ikut campur dalam proses pemeriksaan kasus ini atas alasan apapun.
"Keikutsertaan Polri dalam proses pemeriksaan kasus yang melibatkan jenderal Polri justru akan menimbulkan tanda tanya, dan akhirnya kecurigaan publik. Dan ini tidak positif bagi KPK," jelas Ketua DPP Partai Golkar ini.
Diketahui, KPK telah menetapkan Inspektur Jenderal Djoko Susilo, mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, sebagai tersangka korupsi pengadaan simulator alat uji SIM roda dua dan roda empat tahun 2011. Djoko disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.(mdk/hhw)