Kebakaran KM Awu di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Sudah Dijinakkan
Mengenai penyebab terbakarnya KM Awu, Yahya mengaku PELNI belum mengetahui. Pihak galangan memprioritaskan pemadaman.
Kapal Motor (KM) Awu kebakaran di Galangan Janata Marina Indah (JMI) Unit 1, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Senin (25/3) malam. Beruntung, kebakaran yang diketahui berasal dari kamar nahkoda itu bisa cepat dipadamkan.
Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro mengatakan PELNI mengucapkan terima kasih atas reaksi cepat tim sehingga kebakaran berhasil dipadamkan dalam waktu cepat sehingga dapat mencegah kerugian lebih besar.
"KM Awu berada di galangan sedang dock atau perbaikan rutin tahunan, tidak sedang operasional. Terbakarnya di galangan, bukan sedang operasional, bukan di bawah kendali PELNI," ujar Yahya Kuncoro, Selsa (26/3).
Mengenai penyebab terbakarnya KM Awu, Yahya mengaku PELNI belum mengetahui. Pihak galangan memprioritaskan pemadaman. "Alhamdulillah api sudah padam. Untuk kerugian, kami belum bisa menaksir, belum dapat dihitung. Galangan memprioritaskan memadamkan dulu," tegas Yahya.
KM Awu merupakan kapal tipe 1000 pax dengan kapasitas angkut 1.000 orang. Kapal buatan Jerman ini sedang dock di PT Jasa Marina Indah (JMI) Semarang. Karena sedang docking tidak ada crew atau ABK PELNI di kapal.
"Kapal sedang dock dan menjadi tanggung jawab JMI. PELNI mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak dalam proses pemadaman," tambah Yahya.
Baca juga:
Pindahkan Solar & Premium ke Dermaga, Kapal Angkut 6.000 Liter BBM Terbakar
Kronologi Kebakaran Kapal Riki Baru di Perairan Kepulauan Seribu
Kapal KM Riki yang Kebakar di Pulau Seribu Berangkat dari Muara Baru
Korban Kebakaran Kapal Riki Baru: 14 Penumpang Selamat, 3 Tewas dan 1 Belum Ditemukan
Kapal Terbakar di Muara Angke, Kerugian Capai Rp 500 Juta
Kerugian Akibat Kebakaran Kapal di Muara Baru Diprediksi Mencapai Rp 12 Miliar