Ke Tulungagung, JK tekankan dana desa harus tumbuhkan ekonomi desa
Ke Tulungagung, JK tekankan dana desa harus tumbuhkan ekonomi desa. JK optimis desa lain dapat mampu mengelola desa sesuai harapan pemerintah. Sebab, dana desa diawasi oleh Kepala Daerah setempat.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau penggunaan dana desa di Balai Desa Plandaan, Kedungwaru, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (16/1). JK mengapresiasi kinerja Kepala Desa dan jajarannya dalam mengelola dana desa yang diperuntukkan untuk pembangunan desa. Dia berharap, hal serupa dapat dicontoh oleh desa lainnya di seluruh Indonesia.
"Dan tadi sudah sebagian itu oke, penyerapannya dan kekompakannya. Tapi itu contoh. Kita harapkan juga yang lain dapat menjadi contoh seperti itu," kata JK di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (16/1).
Meski demikian, JK optimis desa lain dapat mampu mengelola desa sesuai harapan pemerintah. Sebab, dana desa diawasi oleh Kepala Daerah setempat. Namun, ia menegaskan, Kepala Daerah harus mampu mengawasi Kepala Desa untuk menggunakan Dana Desa dengan cermat. Jika tidak, maka niatan pemerintah ingin memajukan desa menjadi sia-sia.
"Dana desa harus dapat menumbuhkan ekonomoi desa. Menumbuhkan infrastruktur desa," tegasnya.
Seperti diketahui, sesampainya di Desa Plandaan, JK langsung mendengarkan pemaparan dari Kepala Desa Plandaan, Fauzi Surahmad terkait penggunan dana desa di tempatnya.
Desa Plandaan merupakan salah satu dari 271 desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pendapatan Desa Plandaan pada 2016 mencapai Rp 1,3 miliar yang dimana 46,69 persen berasal dari dana desa.
Dia menjelaskan, secara rinci ke Wakil Presiden terkait penggunaan dana desa yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur maupun untuk pelatihan bagi warga.
"Untuk infrastruktur kami telah bangun kios desa, saluran air, jalan paving, pembangunan gedung PAUD, pembangunan ruang baca, dan pembangunan sanggar seni," kata Kepala Desa Plandaan ke Wapres JK, Senin (16/1).
Selain membangun sejumlah infrastruktur, Fauzi menjelaskan, dana desa juga digunakan untuk pelatihan keterampilan warga, seperti pelatihan membuat abon dan bakso dari ikan lele dan juga pelatihan budidaya ikan. Selain itu, dana desa juga digunakan untuk menggelar sejumlah kegiatan dana desa, yakni pagelaran kesenia kethoprak, kesenian reog dan tanam toga.
Fauzi menjelaskan, hampir keseluruhan dari dana desa yang digelontorkan pemerintah telah digunakan oleh desanya tersebut. Sisanya dipakai untuk membiayai operasional desa. "Rp 10 juta untuk pembiayaan desa," katanya.(mdk/rnd)