Ke Solo, Wapres pantau penanganan anak kerdil di Posyandu
"Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibanding negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Jika tidak segera diatasi akan mempengaruhi kinerja pembangunan Indonesia baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan," kata Wapres JK.
Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla (JK) melakukan kunjungan kerja ke Kota Solo, Senin (12/3). Usai menerima penghargaan 'Parasamya Anugraha Dharma Krida Baraya' dari Universitas Sebelas Maret (UNS), JK mengunjungi Posyandu Permata Bunda, di Kelurahan Manahan.
Kedatangan JK yang didampingi Mufidah Kalla disambut jajaran pejabat Pemkot Solo, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK), Siti Wahyuningsih. Di Posyandu tersebut, JK memantau penanganan anak kerdil (stunting).
Pantauan di lokasi usai turun dari mobil, JK dan Mufidah langsung melihat upaya intervensi penanganan stunting dan bagaimana pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan.
Pemantauan tumbuh kembang anak dalam penanganan stunting, kata JK, ukuran tinggi menjadi tolok ukur untuk mengetahui, apakah anak tersebut tumbuh secara baik atau memiliki bermasalah, sehingga membutuhkan intervensi lebih lanjut.
"Penanganan stunting wujud komitmen pemerintah yang dilakukan dengan berbagai upaya," ujarnya.
Menurut JK, berdasar data yang diperoleh, urgensi penanganan stunting di Indonesia didasarkan pada fakta sekitar 37 persen atau kurang lebih 9 juta anak balita mengalami masalah stunting.
"Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibanding negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Jika tidak segera diatasi akan mempengaruhi kinerja pembangunan Indonesia baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan," ujar JK..
Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih mengemukakan, Posyandu Permata Bunda saat ini menangani 42 anak balita dan empat ibu hamil dengan tingkat kehadiran 75-80 persen.
Jumlah kader yang bertugas di posyandu ini, jelas Siti, ada 10 orang dengan lingkup kegiatan posyandu balita, ibu hamil, bina keluarga balita, Posbindu, PIK Remaja, Warung Hidup PKK, hingga Bina Keluarga Remaja.
"Ada 5 tahapan dalam berkegiatan yang kita lakukan. Di antaranya pendaftaran, penimbangan, pengukuran tinggi badan, plotting pengukuran, dan pelayanan kesehatan," jelas JK.
Baca juga:
Kemenkes gunakan metode flying healthcare tangani gizi buruk di Asmat
Formappi soroti pengawasan DPR yang lemah, gizi buruk di Asmat luput
Menko Puan klaim 90 persen program penanggulangan campak Asmat sudah berjalan
Menko PMK: Sudah 90 persen program Kementerian tangani gizi buruk dan campak di Asmat
Derita warga Cilincing sempat diabaikan pemerintah
Hercules C-130 angkut 10 ton bantuan masyarakat Malang untuk Asmat
Kemensos bentuk enam kampung siaga bencana atasi gizi buruk di Asmat