Kawasan pantai barat wilayah Bali rawan terjadi Tsunami
"Kita setiap bulan lakukan pelatihan, biasanya setiap tanggal 26," kata Nyoman.
Kawasan wilayah pesisir pantai Kedonganan, Jimbaran, Legian dan Kuta merupakan daerah yang sangat rawan terjadinya Tsunami. Ini disebabkan bagian wilayah ini terletak di antara dua patahan tektonik.
Oleh sebab itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung merasa perlu mensosialisasikan kepada masyarakat agar selalu waspada.
Ini disampaikan Kamis (11/9) bahwa selama ini BPBD sudah membentuk forum peduli bencana di masing-masing kelurahan. "Terutama daerah rawan Tsunami terus kita genjot dan galakkan sistem penanggulangan bencana. Seperti di Kedonganan yang sangat rawan akan terjadinya Tsunami," terang Kepala BPBD Kab.Badung, Nyoman Wijaya.
Bahkan katanya, setiap tanggal 26 sirena tanda peringatan akan terjadi Tsunami selalu dibunyikan untuk mengingatkan kepada masyarakat selalu sigap. "Kita setiap bulan lakukan pelatihan, biasanya setiap tanggal 26," ujarnya.
Lanjut Wijaya, masyarakat sendiri sudah tahu apabila sirine tersebut berbunyi tanggal 26, itu artinya uji coba. Karena sirine tersebut memang tidak bisa dimainkan, dimana yang bertugas membunyikan tersebut, adalah khusus dari Pusdalops Propinsi Bali.
"Yang kita harap masyarakat sendiri tidak terkecoh jika sirine tersebut dibunyikan tanggal 26, namun ternyata benar ada ancaman tsunami. Kendati memang sudah ada tanda gempa bumi," ungkap Wijaya, dan memastikan bila terjadi gempa di atas 6 sekala richter sirene pasti akan berbunyi.(mdk/mtf)