Kasus suap impor daging, KPK periksa lagi suami Ketua Asbenindo
KPK juga menjadwalkan memeriksa mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, dan Ahmad Fatanah.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, dalam kaitan kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi pada Kementerian Pertanian. Salah satu yang diperiksa adalah Denni P Adiningrat, yang juga suami Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia, Elda Devianne Adiningrat.
Selain menjadwalkan memeriksa Denni, KPK juga memeriksa lima saksi lain dari pihak swasta. Mereka adalah Soewarso, Mansyur, Paulina Theresia Sululing, Arya Abdi Effendi, serta Juard Effendi.
"Semua saksi diperiksa buat tersangka AAE, JE, AF, dan LHI," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, lewat pesan singkat, Jumat (22/2).
KPK juga menjadwalkan memeriksa mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, dan Ahmad Fatanah dalam kapasitas tersangka.
Suami Elda, Deni P. Adiningrat, yang pertama kali mengenalkan Ahmad Fatanah kepada istrinya. Sementara Elda dan Elizabeth sudah kenal cukup lama, lantaran sama-sama pengusaha dan pemain proyek di Kementerian Pertanian.
Menurut pengacara Elda, John Pieter Nazar, Elda yang menjembatani pertemuan antara Menteri Pertanian Suswono, Luthfi Hasan Ishaaq, dan Maria Elizabeth Liman di Hotel Aryaduta, pertengahan Januari lalu. Elda yang menghubungi Ahmad Fatanah agar Luthfi Hasan mau ikut dalam pertemuan itu. Dia juga yang menghubungkan Elizabeth dengan Luthfi lewat telepon seluler milik suaminya. Tetapi, dia menyangkal kliennya ikut campur dalam pertemuan itu.
Menurut John suami Elda, Deni, adalah pengusaha kopi. Saat ini, KPK telah mencegah keduanya bepergian ke luar negeri.
Menurut pengakuan Luthfi kepada pengacaranya, Muhammad Assegaf, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu membenarkan pertemuan di Hotel Aryaduta Medan, Sumatera Utara, pada 10 sampai 11 Januari lalu. Dia juga mengakui Elda hadir. Elda adalah Direktur PT Radina Niaga Mulia dan Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia. Luthfi yang saat itu memposisikan diri sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera juga hadir.
Sementara itu, menurut Assegaf, Direktur Utama PT Indoguna Utama dan mantan Ketua Asosiasi Importir Daging Indonesia, Maria Elizabeth Lisman, dan Elda yang mengatur pertemuan itu. Menteri Pertanian Suswono juga datang.
"Saat itu digelar semacam seminar. Tujuannya sebagai uji publik buat membandingkan data kebutuhan impor daging buat pasar dalam negeri antara Kementerian Pertanian dan Asosiasi Importir Daging Indonesia," kata Assegaf beberapa waktu lalu.
Memang, saat itu Suswono sedang melawat ke Medan dalam urusan menghadiri panen raya, di salah satu kabupaten di Sumatera Utara. Tetapi, sangat aneh jika dikatakan pertemuan di hotel itu sebagai sebuah kebetulan. Karena memang dari kedua rombongan, baik dari Kementerian Pertanian dan Asosiasi Importir Daging Indonesia masing-masing membawa data soal kebutuhan domestik buat impor daging sapi. Kedua pihak itu pun mengadu data masing-masing, dan berusaha mempertahankan pendapat. Pihak Kementerian Pertanian ngotot membatasi jumlah impor daging, sementara asosiasi importir berkeras menambah kuota impor daging sapi.
Konon, dalam pertemuan itu, Elda dan Maria berusaha meyakinkan Suswono segera menaikkan kuota impor daging sapi pada 2013. Mereka juga berupaya mempengaruhi Suswono yang kader PKS lewat Luthfi. Tetapi, pertemuan di Medan itu tidak membuahkan hasil.
Sementara anggota tim penasehat hukum Luthfi lainnya, Zainuddin Paru, berkeras kliennya dan Suswono tidak tahu menahu soal siapa pemrakarsa pertemuan itu.
"Mentan enggak tahu apa-apa. LHI juga tidak. Pertemuan itu atas permintaan asosiasi. Jadi asosiasi ingin menguji data kebutuhan impor daging versi dia," kata Zainuddin.
Menurut pengakuan Luthfi kepada Zainuddin, Elda tidak memiliki peran apapun dalam pertemuan di Medan itu. Dia malah mengatakan Maria yang paling getol melobi dalam pertemuan itu. Dia pun membantah pernyataan Ketua KPK, Abraham Samad, mengatakan Elda memiliki andil dalam pertemuan itu.
Menurut Zainuddin, Luthfi mengaku dalam pertemuan itu membahas soal keprihatinan maraknya peredaran daging babi hutan dan tikus di pasar lokal. Menurut dia, jika hal itu dibiarkan, citra Menteri Pertanian yang notabene berasal dari PKS bisa tercoreng.
Namun, dua minggu setelah pertemuan di Medan itu, KPK melakukan operasi tangkap tangan dalam perkara dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.(mdk/lia)