LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus Suap Benih Lobster, KPK Dalami Pengumpulan Uang untuk Edhy Prabowo

Selain itu, penyidik juga memeriksa tenaga kontrak atau prambukati bernama Mohamad Tabroni sebagai saksi dalam untuk tersangka Ainul Faqih, staf istri Edhy Prabowo. KPK mencecar soal penitipan kartu ATM milik Ainul Faqih.

2021-01-09 16:21:31
Edhy Prabowo Tersangka
Advertisement

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan pengumpulan uang yang akan diberikan kepada mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Hal ini dilakukan saat penyidik KPK memeriksa Direktur PT Dua Putra Perkasa, Suharjito sebagai tersangka kasus dugaan suap ekspor benih lobster.

"SJT (Suharjito) diperiksa sebagai tersangka, penyidik masih mendalami terkait dengan dugaan persiapan dan pengumpulan sejumlah uang yang akan diberikan kepada tersangka EP (Edhy Prabowo) melalui timnya," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Sabtu (9/1).

Selain itu, penyidik juga memeriksa tenaga kontrak atau prambukati bernama Mohamad Tabroni sebagai saksi dalam untuk tersangka Ainul Faqih, staf istri Edhy Prabowo. KPK mencecar soal penitipan kartu ATM milik Ainul Faqih.

Advertisement

"(Tabroni) dikonfirmasi mengenai dugaan penitipan kartu ATM milik tersangka AF (Ainul Faqih) kepada saksi yang untuk selanjutnya di berikan kepada tersangka EP," jelasnya.

Adapun ATM tersebut diduga sebagai rekening penampung uang dari pihak eksportir benih lobster. Kartu ATM ini kemudian digunakan untuk pembelanjaan berbagai barang mewah di Amerika Serikat.

Dalam kasus ini, KPK menjerat Edhy Prabowo dan enam tersangka lainnya. Mereka adalah Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri KKP, Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo, Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Menteri KKP, Andreau Pribadi Misanta (APM) selaku Stafsus Menteri KKP, Amiril Mukminin (AM) selaku sespri menteri, dan Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP).

Advertisement

Edhy diduga telah menerima sejumlah uang dari Suharjito, chairman holding company PT Dua Putera Perkasa (DPP). Perusahaan Suharjito telah 10 kali mengirim benih lobster dengan menggunakan jasa PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT Aero Citra Kargo dengan biaya angkut Rp 1.800/ekor.

Diduga upaya monopoli itu dimulai dengan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster yang diterbitkan Edhy pada 14 Mei 2020.

Reporter: Lisza Egeham
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Staf Istri Edhy Prabowo Diperiksa KPK soal ATM Penampung Aliran Suap Benur
Saksi Kunci Kasus Suap Benur Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Pihak Keluarga
Keluarga Saksi Kasus Benih Lobster yang Meninggal: Deden Sakit Komplikasi Menahun
KPK Kembali Periksa Mantan Menteri KP Edhy Prabowo
Saksi Kasus Suap Benur Meninggal, KPK Pastikan Penyidikan Tetap Berjalan
Periksa Edhy Prabowo, KPK Telisik Aliran Dana dari Eksportir Benih Lobster

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.