LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus Pria 16 Kali Divaksinasi, Bupati Pinrang Minta Verifikasi Lebih Ketat

Bupati Pinrang meminta kepada vaksinator untuk lebih ketat mengawasi warga yang akan divaksinasi.

2021-12-24 09:31:43
Vaksinasi Covid-19
Advertisement

Kasus warga Kecamatan Watang Sawitto, Abdul Rahim yang mengaku telah 16 kali divaksinasi Covid-19 menjadi perhatian Bupati Pinrang, Irwan Hamid. Bupati Pinrang meminta kepada vaksinator untuk lebih ketat mengawasi warga yang akan divaksinasi.

Irwan mengatakan kasus Abdul Rahim akan menjadi bahan evaluasi agar hal tersebut tidak terjadi kembali. Ia menyebut bukan masalah Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelaksanaan vaksinasi.

"Tetap ada evaluasi meski ini kan berjalan normal. Cuma kan menang secara administrasi agak sulit dijangkau oleh petugas vaksinator kita," ujarnya kepada wartawan, Jumat (24/12).

Advertisement

Kesulitan vaksinator melakukan verifikasi antara identitas warga dengan wajahnya karena memakai masker. Untuk itu, Irwan meminta vaksinator agar lebih ketat lagi melakukan verifikasi terhadap warga yang akan divaksinasi.

"Tetapi dengan adanya kejadian ini tentu kita akan lebih ketat lagi melakukan verifikasi semua masyarakat yang akan divaksinasi. Ini bukan masalah mekanisme, tapi tingkat ekstra ketat melakukan vaksinasi di lapangan," ucapnya.

Sebelumnya, Sebuah video seorang pria bernama Abdul Rahim menjadi perhatian dijaga media sosial (medsos). Pria yang diduga berasal dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut mengaku sudah 16 kali disuntik vaksin Covid-19.

Advertisement

Dalam video berdurasi 31 detik tersebut, Abdul Rahim tersebut mengungkapkan dirinya sudah 16 kali disuntik vaksin Covid-19. Ia menjelaskan 14 kali menggantikan warga lainnya yang enggan divaksinasi tetapi ingin mendapatkan sertifikat vaksin.

"Saya Abdul Rahim. Saya telah melakukan vaksinasi, 14 orang pengganti vaksinasi. Adapun suntikannya yang disuntikan 16 kali, upah yang dikasih antara Rp100-800 ribu," ujarnya dalam video.

Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, Dyah Puspita Dewi mengatakan pihaknya baru mengetahui terkait video tersebut setelah viral. Ia mengaku perlunya pembuktian lebih dalam apakah ucapan Abdul Rahim benar atau tidak.

"Pengakuannya kan harus dibuktikan dulu kebenarannya kalau vaksin berkali-kali," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (20/12).

Ia menjelaskan proses vaksinasi memiliki prosedur, seperti mendaftar harus menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK). Selanjutnya, jika sudah sesuai warga tersebut akan menjalani screening apakah layak atau tidak untuk divaksin.

"Pihak puskesmas awalnya juga tidak pernah tahu kalau orang tersebut ternyata sudah berkali-kali pindah dan divaksin," ungkapnya.

Ia mengaku pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke kepolisian. Ia mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada polisi terkait pengakuan Abdul Rahim yang viral di medsos.

"Yang berwenang periksa pastilah pihak kepolisian kalau pelanggaran seperti ini. Penegak hukumnya kan di sana," ucapnya.

Baca juga:
Update Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di RI Per 23 Desember 2021
Mendagri Ingatkan Maluku Utara Kejar Target Vaksinasi 70 Persen
Satgas Tegaskan Anak 6-11 Tahun Bukan Kelinci Percobaan Vaksinasi
Mendagri Persilakan Kepala Daerah Gunakan Dana Bansos untuk Percepatan Vaksinasi
Antisipasi Omicron, BIN Bantu Percepat Vaksinasi Tahap 2 di Trenggalek

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.