LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus polisi bunuh diri, Ganjar sebut butuh kedewasaan bawa pistol

Kasus polisi bunuh diri, Ganjar sebut butuh kedewasaan bawa pistol. Ganjar mengungkapkan, dari kasus polisi bunuh diri tersebut, ada salah satu persoalan yang sampai saat ini masih dihadapi oleh anggota kepolisian yang di lapangan yaitu terkait dengan kesejahteraan.

2016-10-06 23:37:00
Ganjar Pranowo
Advertisement

Aksi bunuh diri yang dilakukan dua anggota Polri di Purworejo yang menembakkan pistol ke kepalanya sendiri dan polisi gantung diri karena terlilit utang ratusan juta rupiah di Kebumen, Jawa Tengah membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara.

"Oh ya! Kalau kemudian orang (polisi) tidak sejahtera, hidupnya susah tapi punya senjata bahaya! Bahaya! Itu bisa digunakan untuk yang enggak-enggak. Psikologisnya begitu. Bisa jadi. Itu kan butuh maturitas. Maka seringkali ada pengecekan fisik tapi juga ada kesehatan jiwa. Ini penting," kata Ganjar usai mengecek kesiapan pengamanan Pilkada 2017 di Mapolres Jepara, Jawa Tengah, Kamis (6/10).

Ganjar mengungkapkan, dari kasus polisi bunuh diri tersebut, ada salah satu persoalan yang sampai saat ini masih dihadapi oleh anggota kepolisian yang di lapangan yaitu terkait dengan kesejahteraan.

"Yah termasuk saya kira dua. Satu bunuh diri tembak kepala, satu nggantung yah. Maka ini kita melihat kondisi-kondisi yang ada, saya sih melihat kemungkinan besar orang itu salah satunya terlilit utang yah sampai ratusan juta. Maka kalau kita melihat kondisi anggota yang ada di bawah begitu, apakah mereka sudah tercukupi ada kebutuhan minimal saja. Minimalnya saja (kebutuhan) itu bisa terpenuhi," ungkap politikus PDIP ini.

Sehingga Ganjar berkesimpulan, jika seorang anggota polisi memegang senjata tetapi kesejahteraannya tidak tercukupi maka akan terjadi penyimpangan tugas di lapangan.

"Untuk pendapatan-pendapatan yang ada sekarang pasti belum cukup tapi kalau bisa ditingkatkan akan bisa membantu. Sehingga akan bahaya orang (polisi) dalam keadaan tidak mencukupi tapi memiliki senjata itu bahaya. Maka harus diperhatikan," tegas anak dari anggota Brimob ini.

Ganjar juga menceritakan saat dirinya bertemu dengan KPK yang juga memikirkan kesejahteraan untuk para anggotanya, sebagai upaya pencegahan penyimpangan saat bertugas memberantas korupsi.

"Tadi juga dengan Bu Basariyah yang juga mantan polisi. Dia juga polisi, dia mengerti banyak bagaimana mencegah korupsi, bagaimana memberikan kesejahteraan kepada mereka. Sehingga layanan itu benar-benar baik. KPK juga bicara dengan presiden, Bu Basariah juga menyampaikan," ungkapnya.

Ganjar meyakinkan juga bahwasanya Presiden Jokowi mendukung upaya peningkatan kesejahteraan lembaga Polri yang sampai saat ini belum sampai pada 70 persen sampai 100 persen.

"Prinsip presiden setuju untuk meningkatkan kesejahteraannya lah. Meskipun itu tidak bisa njegel langsung tapi pelan-pelan renumerasi makin naik. Terus kemudian nanti itu tunjangan masih bagus. Sudah sampai 100 saja sudah membantu," tuturnya.

Termasuk aksi pungli yang dilakukan oleh petugas polisi yang ada di Samsat Kota Magelang, Jawa Tengah. Aksinya yang secara tidak sengaja menemukan aksi pungli saat inspeksi mendadak (sidak). Yang akhirnya Polda Jateng bersama Pemprov Jateng sepakat untuk bersama-sama melakukan upaya perbaikan sistem pelayanan.

"Termasuk pungli kemarin. Direspons kemarin juga dari Polda juga merespons dengan bagus. Akan menata keseluruhannya. Saya senang tadi baca beritanya, artinya kita akan bareng-bareng menyelesaikan soal itu. Karena ini tidak hanya satu persoalan institusi saja. Apakah itu provinsi, apakah itu kepolisian tapi ini persoalan bagaimana kita bareng-bareng melakukan perbaikan pelayanan di masyarakat," terangnya.

Ganjar pun menyatakan jika upaya apa yang dilakukan di Samsat itu salah satu upaya mendukung dan menegaskan tentang 10 perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang merupakan bagian dari reformasi mental di tubuh Polri.

"Kayak 10 perintah Pak Tito apa yang mesti dibangun oleh Polri saya setuju sekali disampaikan. Ini bagian dari reform. Dari reform yang ada. Termasuk tidak boleh bercanda, dilarang bermain Pokemon. Nah itu tidak boleh juga itu. Jadi ndak boleh bercanda itu di sini," pungkasnya.(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.