Kasus Perusakan Pesantren di Lombok Timur, Polisi akan Periksa Sejumlah Pihak
Aksi sekelompok massa tidak dikenal mengakibatkan sejumlah fasilitas Pondok Pesantren (Ponpes) AS-Sunnah, Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmal, Lombok Timur rusak, Minggu (2/12) dini hari. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) meminta warga untuk tetap tenang.
Aksi sekelompok massa tidak dikenal mengakibatkan sejumlah fasilitas Pondok Pesantren (Ponpes) AS-Sunnah, Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmal, Lombok Timur rusak, Minggu (2/12) dini hari. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) meminta warga untuk tetap tenang.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, mengatakan kejadian tersebut diduga buntut dari menyebarnya potongan video yang mendiskreditkan sejumlah makam leluhur di Lombok.
"Dalam waktu dekat kami akan mengambil keterangan dari berbagai pihak terkait permasalahan tersebut, baik kasus perusakan dan video ujaran kebencian tersebut, percayakan kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus tersebut dan masyarakat agar tenang," kata Artanto kepada wartawan. Dikutip dari Antara.
Dijelaskan, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) dan warga juga telah mendatangi Polda NTB untuk menyampaikan laporan, terkait keberatannya terhadap ujaran dalam video tersebut.
Baca juga:
6 Tersangka Penyerangan Pos Koramil Maybrat Disidang di Makassar
Polisi Tangkap 6 Terduga Pelaku Perusakan Ruang Kerja Gubernur Banten
Polisi Tangkap 7 Tersangka Penyerangan 2 Asrama di Makassar
Untuk itu warga diharap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu jalannya proses penegakan hukum yang dilakukan pihak kepolisian.
Dijelaskan, untuk tetap menjaga Kamtibmas di Markas As-sunah Bagik Nyaka dan lokasi pembangunan masjid Imam Asy Syafi'i serta rumah H Sunardi selaku ketua pembangunan masjid, telah dilakukan pengamanan ekstra dari Polres Lotim dan Brimob serta menjaga status quo TKP tersebut.
Selain itu, Artanto menyebutkan bahwa pihaknya segera melakukan penggalangan terhadap tokoh masyarakat, tokoh agama agar tidak terprovokasi dan melakukan penebalan pengamanan dari Sabhara Polres dan Kompi Brimob Lotim.
"Kami imbau, agar warga tetap tenang, dan jangan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu jalannya proses yang kami lakukan," katanya.
Baca juga:
Polisi Periksa 10 Saksi Penyerangan 2 Asrama Mahasiswa di Makassar
Kantor PSS Sleman Dibakar, Polisi Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Kantor PSS Sleman Dibakar Usai Kalah dari Persita Tangerang