Kasus Pencabulan 6 Santri di Banyuwangi, Mantan Anggota DPRD Jatim Diburu Polisi
Polresta Banyuwangi mencari keberadaan FZ, pengasuh pondok pesantren yang diduga telah mencabuli 6 santrinya. Mereka menerjunkan tim khusus Macan Blambangan untuk memburu mantan anggota DPRD Banyuwangi dan DPRD Jawa Timur (Jatim) itu.
Polresta Banyuwangi mencari keberadaan FZ, pengasuh pondok pesantren yang diduga telah mencabuli 6 santrinya. Mereka menerjunkan tim khusus Macan Blambangan untuk memburu mantan anggota DPRD Banyuwangi dan DPRD Jawa Timur (Jatim) itu.
FZ diburu karena tidak beritikad baik untuk memenuhi panggilan polisi. Dia sudah dua kali mangkir. "Kita sudah terjunkan tim khusus untuk melakukan pencarian maupun penjemputan paksa terhadap FZ. Kita sudah mencari di rumahnya, tapi yang bersangkutan tidak ada," kata Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja, Selasa (5/7).
Misi Timsus Macan Blambangan bukan sekedar mencari keberadaan FZ. Mereka juga bertugas mengumpulkan bukti-bukti mendalam untuk mengungkap kasus pencabulan santri secara lebih terperinci.
"Investigasi kita lakukan untuk memastikan aksi pencabulan ataupun pemerkosaan yang menimpa korban benar-benar dilakukan oleh FZ," ujar Agus.
Status Masih Terlapor
Sebelumnya, polisi telah meminta FZ lebih kooperatif dengan memenuhi panggilan. "Kita sudah meminta secara baik-baik, ternyata FZ memang sudah tidak kooperatif dalam kasus ini," cetusnya.
Meski telah menerjunkan tim khusus, saat ini status FZ masih terlapor. Jika alat bukti dan barang bukti yang dikumpulkan sudah cukup, statusnya bakal dinaikkan menjadi tersangka.
"Tim yang diterjunkan inilah yang bertugas mengumpulkan alat bukti dan BB, agar segera lengkap," terangnya.
Sebelumnya, Polresta Banyuwangi telah mengeluarkan surat penjemputan paksa terhadap FZ. Eks anggota DPRD Banyuwangi dan DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut telah dua kali mangkir dari panggilan polisi.
(mdk/yan)