LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus pembakaran bendera mirip HTI di Garut, Sandiaga minta warga tak terprovokasi

Mantan Wagub DKI itu tak mau berkomentar banyak. Dia tak mau membuat suasana semakin panas. "Saya gak ingin berkomentar karena akan menimbulkan provokasi. Semua cool sejuk, jangan menambah statement yang malah tambah membuat panas. Saya gak mau menambah panas suasana. Ini bukan isu utama Prabowo Sandi," tegasnya.

2018-10-23 11:18:44
Hizbut Tahrir Indonesia
Advertisement

Beredar video sekelompok orang membakar bendera berwarna hitam bertuliskan huruf arab. Video berdurasi 2,04 menit itu mulai beredar pada Senin (22/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Diduga aksi tersebut terjadi saat perayaan Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan, Garut.

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi terkait kasus tersebut. "Saya minta masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi. Biarkan aparat hukum yang menangani," kata Sandiaga di kawasan Bulungan, Jaksel, Selasa (23/10).

Sandiaga percaya kepolisian akan mengusut kasus ini dengan baik dan tuntas. "Kami percaya aparat hukum akan sigap bertindak," tambahnya

Advertisement

Selebihnya, mantan Wagub DKI itu tak mau berkomentar banyak. Dia tak mau membuat suasana semakin panas. "Saya gak ingin berkomentar karena akan menimbulkan provokasi. Semua cool sejuk, jangan menambah statement yang malah tambah membuat panas. Saya gak mau menambah panas suasana. Ini bukan isu utama Prabowo Sandi," tegasnya.

Sebelumnya, Mabes Polri berjanji memproses kasus pembakaran bendera mirip organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut, Jawa Barat yang viral. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah gesekan antarkelompok.

Kepolisian telah memeriksa dan mengamankan sejumlah saksi terkait kasus tersebut. Selain itu, kepolisian juga menurunkan atau men-take down video pembakaran berita yang viral di media sosial.

Advertisement

Ketua GP Ansor Jawa Barat, Deni Haedar membenarkan aksi pembakaran bendera dilakukan anggotanya. "Iya betul berdasarkan konfirmasi dari pengurus Ansor Garut (pembakaran terjadi di Garut). Kejadian di Limbangan," ucap Deni kepada wartawan saat dihubungi, Senin (22/10).

Pembakaran bendera tersebut dalam tradisi Ansor, lanjutnya, untuk menjaga kesucian kalimat thayyinah atau tulisan ayat suci dari kemungkinan dihinaan. Salah satu caranya dengan membakar.

Hanya saja, Deni menyayangkan cara membakar dan lokasi yang tidak tepat. Secara organisasi, pihaknya akan menginvestigasi peristiwa tersebut.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Sebulan kampanye, Sandiaga klaim disambut meriah emak-emak hingga kaum milenial
Sandiaga ubah slogan 2019 Ganti Presiden jadi bangun ekonomi
Jawaban-jawaban kubu Jokowi saat dikritik tajam Sandiaga Uno
Benarkah koalisi Prabowo-Sandi mulai rapuh?
Gerindra nilai wajar PKS 'ngarep' coattail effect dari Sandiaga
Tak cuma di kampus, PKS usul debat Capres juga digelar di pasar
Diadang emak-emak, Sandiaga dipaksa teken prasasti RS Islam Jombang

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.