LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus narkoba, warga Malaysia ancam blokade jalan di perbatasan

Tiga WN Malaysia terduga pengedar sabu ditangkap aparat gabungan TNI-Polri. Seorang di antaranya ditembak lantaran melawan. Belakangan, warga Malaysia malah protes dan mengancam memblokade akses jalan perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dengan Sarawak, Malaysia, Senin (1/5) besok.

2017-05-01 03:00:00
Malaysia
Advertisement

Tiga WN Malaysia terduga pengedar sabu ditangkap aparat gabungan TNI-Polri. Seorang di antaranya ditembak lantaran melawan. Belakangan, warga Malaysia malah protes dan mengancam memblokade akses jalan perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dengan Sarawak, Malaysia, Senin (1/5) besok.

Tiga WN Malaysia itu dibekuk 24 April 2017 lalu saat masuk di wilayah kecamatan Krayan, Nunukan. Barang bukti yang disita dari ketiganya berupa 50 gram sabu.

Kabar penangkapan 3 WN Malaysia, di mana seorang di antaranya terpaksa ditembak dengan cepat menyebar ke telinga warga kampung Bakelalan, Sarawak. Mereka pun hendak memprotes penangkapan ketiganya, dan mengancam blokade jalan Long Midang di Krayan menuju ke kampung Bakelalan.

"Penanganan kasusnya sudah kita serahkan ke Polsek Krayan. Saran saya langsung kontak Kapolres Nunukan (AKBP Pasma Royce," kata Dandim 0911 Nunukan Letkol Kavaleri Valian Wicaksono saat dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (30/4).

"Memang ada informasi rencana (blokade jalan perbatasan) itu dilaksanakan 1 Mei besok. Saya belum tahu pelaksanaannya. Tapi kalau itu dilakukan di wilayah Malaysia, tentunya sudah di luar kewenangan kita," ujar Valian.

Ditanya lebih jauh, apabila aksi blokade warga Malaysia itu benar-benar dilakukan 1 Mei berakibat warga Krayan tidak bisa ke Malaysia, Valian menerangkan hal itu bukanlah wewenangnya. "Kalau soal itu, bukan kewenangan saya menjawabnya," sebut Valian.

Namun demikian, menurut Valian, rencana blokade warga itu tidak disetujui pemerintah Malaysia, beserta dengan aparat di Negeri Jiran.

"Informasi yang kami dapatkan rencana tersebut tidak disetujui oleh pemerintah Malaysia yang ada di Bakelalan (Sarawak). Termasuk di dalamnya TDM (Tentara Diraja Malaysia) yang ada di pos Bakelalan," demikian Valian.

Diketahui, 3 WN Malaysia dibekuk aparat Polsek Krayan dan Satgas Pamtas RI-Malaysia, sebagai jawaban atas keresahan masyarakat Krayan, terhadap warga Malaysia, yang diduga mengedarkan sabu di Krayan.

Petugas terpaksa melumpuhkan salah seorang di antaranya, Sigar Kadir dengan timah panas lantaran hendak kabur usai dibawa dari Puskesmas Krayan, ke Polsek Krayan. Di Puskesmas, belakangan diketahui Sigar berpura-pura sakit. Penangkapan ketiganya, juga telah dibenarkan Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce, saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (28/4) lalu.

Baca juga:
Bajunya dinilai 'menggoda', pecatur cilik dikeluarkan dari turnamen
Sebarkan berita bohong, admin WhatsApp di Malaysia bisa dihukum
Bocah yang diamputasi usai dipukul penjaga sekolah meninggal dunia
Dipukuli penjaga sekolah, kaki dan tangan bocah ini diamputasi
Simpan sabu di anus, aktor Malaysia ditangkap di Bandara Kualanamu
WN Malaysia mau berangkatkan 13 WNI buat jadi TKI pakai jet pribadi

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.