Kasus narkoba, karir politik ET di Golkar di ujung tanduk
Diduga terlibat narkoba, karir politik ET di Golkar di ujung tanduk. Kendati DPD Golkar Depok belum memutuskan secara resmi, namun di internal partai sudah membahas kasus yang menyeret nama ET.
DPD Partai Golkar Depok belum memutuskan secara resmi nasib ET yang diduga tersangkut kasus narkoba. Ketua DPD Partai Golkar Depok Farabi Arafik mengatakan, ET terancam dipecat dengan tidak hormat dari kepartaian jika yang bersangkutan terbukti terlibat narkoba.
"Sudah jelas kalau terlibat akan dipecat secara tidak hormat," kata Ketua DPD Partai Golkar Depok Farabi Arafik, Senin (5/2).
Kendati belum memutuskan secara resmi, namun di internal partai sudah membahas hal ini. Dan kecenderungan memecat ET sudah semakin dekat. Pihaknya hanya tinggal menunggu pernyataan resmi saja. Untuk kasus hukumnya, Farabi menyerahkan kepada Polresta Depok.
"Kami sudah membentuk tim pencari fakta juga dan melakukan validasi. Jika terbukti, akan dipecat dengan tidak hormat," ucapnya sekali lagi.
Farabi mengaku tidak tahu keberadaan ET saat ini. Dan DPD Partai Golkar Depok pun belum menerima surat resmi dari pihak Kepolisian. Sampai saat ini polisi juga masih melakukan pengembangan terhadap keberadaan ET.
"Kita belum terima surat, karena polisi juga kan masih pengembangan," jelasnya.
Farabi mengklaim, ET bersih dari narkoba saat awal menjadi anggota dewan. Terbukti dengan adanya surat keterangan dari RSUD, ketika ET mendaftar sebagai anggota legislatif.
"Yang jelas kita serahin ke DPRD dalam kondisi bersih," tutupnya.(mdk/cob)