Kasus lift jatuh, polisi dalami emergency brake di Gedung Arkadia
"Emergency brake apakah bekerja, itu salah satu poin yang saat ini kami masih menunggu hasilnya."
Terjatuh lift di Gedung Arkadia yang memakan dua korban disebut-sebut karena emergency brake tidak berfungsi dengan baik. Polisi kini tengah mendalami hal tersebut.
"Rem otomatis itu saya tidak katakan tidak berfungsi. Ini kita masih tunggu hasil tim labfor yang akan menyimpulkan," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru, saat keluar dari Gedung Arkadia, Senin (14/12).
"Kita belum tahu apa penyebab kejadian tersebut. Karena hasil pemeriksaannya belum keluar," tambahnya.
Hingga kini pihak kepolisian terus mengusut terjadinya tersebut. Audie menegaskan salah satu poin yang sedang diselidiki adalah emergency brake guna mengungkap kejadian tersebut.
"Emergency brake apakah bekerja, itu salah satu poin yang saat ini kami masih menunggu hasilnya," tuturnya.
Polisi juga telah selesai melakukan cek olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini sudah enam orang yang telah dilakukan pemeriksaan.
"Ada 6 saksi, termasuk mekanik perawatan berkala. Pergantian sling utama, pergantian itu dilakukan sesuai dari dinas tenaga kerja. Pembantu mekanik juga kita lakukan pemeriksaan, 2 itu dari mekanik," tuturnya.
"4 Orang itu dari Nestle adalah karyawan. Sebenarnya apa yang terjadi, waktu kejadian bagaimana," tambahnya.
Atas kejadian tersebut, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada kelalaian dan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
"Tanggung jawab akan dilihat apakah memang kejadian ini menjadi atau disebabkan kelalaian. Emang mekanismenya itu tiap tahun sekali dilakukan pengecekan atau Nestle akan mengajukan permohonan dicek," pungkasnya.
Sebelumnya, Head of Corporate Communication PT Nestle Indonesia, Nur Shilla Christianto angkat bicara mengenai tragedi lift jatuh dari lantai 7 ke lantai 3 di Gedung Arcadia Tower B, Jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Seperti diketahui sebelumnya, tiga penumpang yang berada dalam lift menjadi korban, dua di antaranya meninggal dunia.
"Atas kejadian ini kami sangat menyesalkan apa yang terjadi di kantor pusat kami. Teman-teman tahu di mana lift penumpang yang terdapat di dalam gedung kami jatuh. Sangat disesalkan saat insiden ini terjadi, tiga orang penumpang berada di dalam lift," kata dia melalui siaran pers yang diterima wartawan, Kamis (10/12).
Baca juga:
Ahok: Kalau sampai teknisi lift Nestle lalai bisa dipidana lho
Prabowo minta Ahok cek semua lift gedung-gedung di Jakarta
Polda Metro belum kantongi penyebab jatuhnya lift Nestle
Wagub DKI minta gedung tua tak terpakai dipasang spanduk peringatan
Pihak Gedung Nestle tutupi olah TKP lokasi lift jatuh