Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas mencapai 2.634
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menemukan peningkatan pertumbuhan kasus HIV/AIDS. Dari data yang dimiliki KPA Banyumas, hingga Agustus 2016 ditemukan sebanyak 279 kasus HIV/AIDS.
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menemukan peningkatan pertumbuhan kasus HIV/AIDS. Dari data yang dimiliki KPA Banyumas, hingga Agustus 2016 ditemukan sebanyak 279 kasus HIV/AIDS.
"Dari jumlah tersebut sebanyak 166 kasus merupakan HIV (Human Immunodeficiency Virus), sedangkan 113 kasus sudah mencapai fase AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)," kata Pengelola Program KPA Banyumas, Neto Andrianto, Minggu (27/11).
Dengan temuan tersebut, KPA Banyumas mendata ada 1.615 kasus HIV dan 1.019 kasus AIDS yang jika ditotal mencapai 2.634 kasus HIV/AIDS. Fenomena tersebut, kata Neto, merupakan persoalan yang selama ini menjadi 'gunung es'.
Dia menyebut, angka kematian akibat HIV/AIDS di Banyumas mencapai 230 penderita. Ia mengemukakan, untuk menekan penularan HIV/AIDS di Banyumas dilakukan pembinaan terus menerus.
Terlebih, ia mengemukakan penderita HIV/AIDS di Banyumas selama ini terjadi di segala lapisan sosial masyarakat dengan rentang usia produktif.
"Paling banyak kasus ini ditemukan pada rentang usia 15-34 tahun yang jumlahnya mencapai 325 kasus, kemudian rentang usia 35-44 tahun 234 kasus dan 45 tahun ke atas sebanyak 117 kasus," ujarnya.
Sementara itu, untuk kasus HIV/AIDS paling banyak ditemukan pada warga yang bekerja menjadi wiraswasta dengan kasus sebanyak 220 kasus, ibu rumah tangga 157 kasus dan karyawan swasta 123 kasus.
Neto menyebut pengidap HIV/AIDS dari kalangan PNS serta TNI/Polri dan petani juga terekam KPA Banyumas. "Sebanyak 12 orang pengidap HIV/AIDS berasal dari kalangan PNS, kemudian TNI/Polri sembilan orang dan Petani sebanyak 15 orang. Sedangkan, pekerja seks komersial mencapai 49 orang," tandasnya.