Kasus Harian Covid-19 di Sumsel Nyaris 1.000, Epidemiolog Minta Warga Isoman Diawasi
Kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan nyaris menembus angka 1.000 per hari. Pasien yang menjalani isolasi mandiri perlu diawasi secara ketat agar tidak menularkan ke orang sekitar.
Kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan nyaris menembus angka 1.000 per hari. Pasien yang menjalani isolasi mandiri perlu diawasi secara ketat agar tidak menularkan ke orang sekitar.
Epidemiolog dari Universitas Sriwijaya, Palembang, Iche Andriyani Liberty mengungkapkan, lonjakan kasus positif secara signifikan terjadi sejak beberapa hari terakhir. Pada 12 Juli 2021 terdapat 471 kasus, kemudian meningkat dua hari setelahnya sebanyak 778 kasus, dan kembali naik menjadi 963 kasus pada 15 Juli 2021.
Menurut dia, lonjakan kasus ini disebabkan tingkat penularan yang begitu cepat akibat adanya penyebaran virus corona varian delta. Daya tular varian ini enam kali lebih cepat dibanding varian alpha. "Penyebaran virus disebabkan adanya varian delta," ungkap Iche, Jumat (16/7).
Dia mengatakan, penularan virus dapat dicegah dengan banyak cara, seperti menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta menerapkan protokol kesehatan. Yang terpenting juga adalah pengawasan secara optimal bagi warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah.
Kontrol terhadap isoman diperlukan karena dikhawatirkan terjadi penularan di lingkungan itu. Terlebih kasus aktif di Sumsel saat mencapai 4.780 orang (13,6 persen), dan 4.051 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri.
"Kita tidak tahu bagaimana pengawasan bagi isoman. Bukan tidak mungkin orang yang tinggal di rumah yang sama akan tertular. Karena itulah isoman perlu diawasi secara ketat," jelas dia.
Sementara itu, pelacakan kasus atau tracing dinilai belum optimal. Pemeriksaan bagi kontak erat sejauh ini rata-rata hanya 2-3 orang, sementara idealnya sedikitnya 15 orang kontak erat diperiksa dari setiap satu kasus positif.
"Kalau kondisi ini dibiarkan, bahayanya semakin banyak orang yang terpapar dan dirawat di rumah sakit, apalagi yang datang ke rumah sakit kondisinya sudah parah," ujarnya.
Baca juga:
Pemprov DKI Makamkan 281 Jenazah Pada 15 Juli 2021
Kasus Kematian Tambah 1.205, Jawa Timur Terbanyak Per 16 Juni 2021
Update Kasus Covid-19 di Indonesia Per 16 Juli 2021, Meninggal 1.205 Orang
Anies: Banyak yang Mengentengkan Covid, dalam Hitungan Hari Berubah Duka
Kemenkes Sebut Ada Kemungkinan Perbedaan Hasil Tes Covid-19 Pembanding
Wagub DKI: Kalau Kesehatan Baik, Ekonomi akan Bergerak Lebih Baik