Kasus Crazy Rich Surabaya, Tersangka Baru adalah Marketing Robot Trading ATG
RE alias Raymond Enovan, tersangka baru dalam kasus robot trading Auto Trade Gold (ATG) milik crazy rich Wahyu Kenzo diketahui berperan sebagai marketing dalam perkara tersebut. Ia disebut oleh polisi sebagai salah satu pihak yang berperan aktif mendekati para korbannya, agar mau membeli robot trading.
RE alias Raymond Enovan, tersangka baru dalam kasus robot trading Auto Trade Gold (ATG) milik crazy rich Wahyu Kenzo diketahui berperan sebagai marketing dalam perkara tersebut. Ia disebut oleh polisi sebagai salah satu pihak yang berperan aktif mendekati para korbannya, agar mau membeli robot trading milik tersangka Kenzo tersebut.
Peran RE ini pun dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto. Ia menyatakan, penyidik telah menetapkan RE sebagai tersangka baru setelah melalui serangkaian pemeriksaan sebagai saksi.
"RE ini adalah marketing dari pada robot trading ATG," kata Dirmanto, Selasa (14/3).
Dirmanto menambahkan, dalam perkara ini RE diketahui memiliki peran aktif untuk mendekati dan meyakinkan para korbannya, agar mau berinvestasi dan membeli robot trading ATG milik Wahyu Kenzo.
"RE yang menawarkan pada para korban untuk menggunakan robot trading tersebut," pungkasnya.
Selain RE, ada satu saksi lagi berinisial NR yang disebutnya sebagai rekan dari RE dan Wahyu Kenzo. Ketiganya diketahui merupakan rekan satu kantor. Namun, apa peran spesifik NR dalam perkara ini, Dirmanto belum mau membukanya.
"NR ini sementara masih sebagai saksi di mana yang bersangkutan ini satu kantor dengan saudara RE dan wahyu kenzo," lanjutnya.
Kejar Aset Crazy Rich Wahyu Kenzo
Penyidik Kepolisian terus berupaya memburu dan mengejar aset-aset berharga milik crazy rich Wahyu Kenzo, dalam perkara robot trading ATG. Upaya melacak harta hasil robot trading ATG ini pun dibenarkan oleh Kabid Humas Pokda Jatim Kombes Pol Dirmanto.
Dia menyatakan, setelah mendapatkan beberapa unit mobil mewah, pihaknya juga mengamankan sejumlah motor gede alias Moge milik Wahyu Kenzo. Moge-moge itu diduga merupakan hasil dari penipuan dari robot trading ATG.
"Ada lima unit kendaraan roda dua yang diserahkan Wahyu Kenzo kepada penyidik. Dua di antaranya adalah motor gede dengan merk Harley Davidson dan BMW," tegasnya.
Dia menegaskan, Polri terus melakukan pelacakan terhadap aset-aset yang dimiliki Wahyu Kenzo yang merupakan hasil tindak pidana ATG. Ia menyebut, semenjak dibuka hotline aduan, sudah ada ribuan aduan yang masuk.
"Ada 1.361 aduan yang masuk ke hotline kami terkait kasus ini. Sehingga kami harapkan kepada masyarakat yang merasa menjadi korban dari pada robot trading ATG untuk melakukan aduan di hotline," tandasnya.
Diketahui, Wahyu Kenzo, seorang crazy rich Surabaya ditahan polisi karena dugaan penipuan dengan menggunakan robot trading. Tak tanggung-tanggung, ia disebut polisi meraup keuntungan hingga Rp9 triliun dalam bisnis tipu-tipu itu.
(mdk/cob)