Kasus Covid-19 Naik, P2G Desak Daerah Setop Uji Coba PTM Terbatas
Daerah yang positivity rate-nya masih di atas 10 persen, lanjut Satriwan, diminta tidak berencana membuka sekolah tatap muka di awal tahun ajaran baru, yakni di pertengahan Juli 2021 nanti.
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendesak pemerintah daerah yang masih menggelar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas untuk segera dihentikan. Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, mengatakan kasus Covid-19 yang terus menanjak sehingga keselamatan siswa-siswi menjadi yang utama.
"Per-23 Juni 2021 jumlah kasus harian mencapai 15.308 kasus. Angka tertinggi selama pandemi. Gelombang kasus ini masih diperkirakan beberapa minggu ke depan. Kami tidak ingin dunia pendidikan atau sekolah, justru malah memperburuk situasi pandemi ini," kata Satriwan dalam keterangan tulis, Kamis (24/6).
Daerah yang positivity rate-nya masih di atas 10 persen, lanjut Satriwan, diminta tidak berencana membuka sekolah tatap muka di awal tahun ajaran baru, yakni di pertengahan Juli 2021 nanti.
"P2G masih mendapatkan laporan dari jaringan P2G daerah, bahwa masih ada daerah yang melakukan uji coba sekolah tatap muka," katanya.
Daerah-daerah tersebut seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Kota Medan, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Bima, dan lainnya.
"Walaupun siswa sudah beres Ujian Kenaikan Kelas, tetapi para guru masih masuk," jelasnya.
Menteri Nadiem Harus Bersikap
Dalam kesempatan yang sama, P2G juga meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, segera bersikap dengan PTM) Terbatas yang rencananya digelar serentak pada Juli 2021 mendatang. Mengingat angka kasus positif Covid-19 masih tinggi
"Kami meminta Mas Menteri Nadiem menunda pembukaan sekolah dan PTM yang rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan Juli 2021. Kami juga meminta pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), agar dapat menahan laju sebaran Covid-19," desak Iman.
Kendati PTM Terbatas tak bisa dilakukan, Iman meminta pembelajaran tetap berjalan lewat pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Untuk itu, menyambut tahun ajaran baru 2021/2022, Imam juga meminta Nadiem untuk segara menerbitkan aturan mengenai Masa Orientasi Sekolah (MOS) Tahun Ajaran 2021/2022 di masa pandemi Covid-19.
Aturan soal MOS selama pandemi, kata Iman dibutuhkan sekolah guna menghadapi awal semester baru di tahun ajaran baru 2021/2022 pada Juli nanti. Supaya penyebaran Covid-19 di dunia pendidikan bisa ditekan.
"Oleh sebab itu, kami mendesak agar Kemdikbudristek segera menyiapkan pedoman MPLS/MOS di masa pandemik bagi sekolah. Sebab para siswa baru akan segera masuk, sekitar 2 minggu ke depan," kata Iman.
Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com