LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus Covid-19 Menurun, 35 Tempat Isolasi Terpusat di DIY Ditutup

Shelter-shelter ini dibuka satu per satu mulai Juni silam. Ketika itu, lonjakan kasus pasien positif Covid-19 terjadi di wilayah DIY.

2021-10-05 22:30:52
Covid-19
Advertisement

Pemda DIY melakukan penutupan atau menonaktifkan shelter isolasi bagi pasien positif Covid-19. Kondisi ini karena menurunnya penularan Covid-19 di wilayah DIY.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih mengatakan penutupan ini seiring dengan menurunnya jumlah kasus pasien positif Covid-19 di DIY. Endang mengatakan secara serentak shelter ditutup pada tanggal 22 September 2021 yang lalu.

Shelter-shelter ini dibuka satu per satu mulai Juni silam. Ketika itu, lonjakan kasus pasien positif Covid-19 terjadi di wilayah DIY.

Advertisement

"Dari 32 titik yang ada tinggal 1 yang saya aktifkan karena masih ada pasiennya. Tapi, lainnya sudah saya close," ujar Endang saat dihubungi, Selasa (5/10).

Endang mengungkapkan satu shelter yang masih operasional ini dikelola oleh Dinas Sosial DIY dan PT. KAI. Saat ini shelter tersebut masih terisi pasien dan akan ditutup ketika penghuninya sudah merampungkan masa karantina.

Selain shelter isolasi ini, ada pula empat shelter isolasi terpusat di DIY yang juga ditutup operasionalnya. Keempat shelter yakni Shelter PUPR-Polda DIY; BBWS Serayu Opak; Rusun PIAT-UGM; dan Rusun UNY. Keempat shelter isoter itu telah dinonaktifkan per 1 Oktober kemarin

Advertisement

Endang mengungkap meski demikian, Dinas Sosial DIY tetap menyiagakan satu lokasi shelter berkapasitas 100 kamar. Shelter ini berada di Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial, Jalan Veteran, Kota Yogyakarta.

"Hanya memang posisi standby, bukan saya tutup terus tidak melayani lagi. Mudah-mudahan hal-hal yang kami pikirkan ini tidak terjadi begitu," tutur Endang.

Endang menyebut penurunan pasien terhitung sejak awal September 2021 yang lalu. Kemudian pada pekan kedua September angka pasien positif semakin menurun drastis.

"Sembuh semua. Alhamdulillah. Walaupun waktu itu juga ada yang agak berat karena pas lagi boomingnya Covid-19 di Juli-Agustus. Sementara posisi rumah sakit penuh, makanya kita pakai terapi dengan pendampingan sosial supaya mereka tetap semangat. Karena Covid-19 tidak ada obatnya selain dari kita sendiri untuk meningkatkan imun," tutup Endang.

Baca juga:
Aktivitas Kontingen PON XX Papua Dibatasi Cegah Penularan Covid-19
29 Kasus Covid-19 Ditemukan di Empat Klaster PON XX Papua
Dinkes: Kasus Covid-19 pada Atlet DKI di PON XX Belum Dipastikan Varian Baru
Satgas: Pertama Kalinya Penambahan Kasus Covid-19 di Bawah 1.000 Sejak Juli
Pemkot Tangsel Klaim Tak Ada Klaster Pembelajaran Tatap Muka

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.