Kasus Covid-19 Melonjak Tajam, Pemerintah Sebut OTG Jadi Sumber Penularan
"Hanya satu yang harus kita jalankan protokol kesehatan dengan sebaiknya. Inilah adaptasi kebiasaan baru yang kita inginkan," tutup Yurianto.
Juru Bicara Pemerintah Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut muncul 1.043 kasus positif baru hari ini. Ini menunjukkan kasus tertinggi sejak Indonesia terkonfirmasi ada virus corona.
Yurianto mengatakan, melonjaknya kasus positif Covid-19 baru menggambarkan penularan masih terjadi di lingkungan masyarakat. Bahkan, masih ditemukan banyak pasien positif Covid-19 tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG).
"Di tengah-tengah masyarakat masih kita dapatkan kasus positif tanpa gejala yang menjadi sumber penularan," kata Yurianto dalam Konferensi Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (8/6).
Selain itu, masih ditemukan masyarakat yang rentan tertular Covid-19 saat keluar rumah. Akibatnya, mereka dengan mudah terpapar virus asal Wuhan, China itu.
"Inilah yang menjadi catatan-catatan kita," ujarnya.
Yurianto mengajak seluruh masyarakat memperkuat komitmen untuk tetap aman dan produktif di tengah pandemi Covid-19. Dia juga meminta masyarakat displin menjalankan prtokol kesehatan.
"Hanya satu yang harus kita jalankan protokol kesehatan dengan sebaiknya. Inilah adaptasi kebiasaan baru yang kita inginkan," tutup Yurianto.
Sebagai informasi, kasus positif Covid-19 di Tanah Air hari ini menyentuh angka 33.076. Terjadi penambahan sebanyak 1.043 kasus.
Jumlah kasus sembuh juga bertambah sebanyak 510 hari ini. Dengan demikian, total akumulatif kasus sembuh dari Covid-19 sebanyak 11.414.
Peningkatan juga terjadi pada kasus meninggal. Per hari ini, penambahan kasus meninggal sebanyak 40. Sehingga total akumulatifnya menjadi 1.923 kasus.
Adapun jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 38.384 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 14.108 orang. Sebanyak 422 kabupaten/kota terdampak pandemi Covid-19 dari 34 provinsi di Indonesia.
(mdk/ray)