LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus Covid-19 Melonjak, Satgas Minta RS Pekerjakan Nakes Secara Manusiawi

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan pemenuhan sarana dan prasarana tersebut dilakukan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

2022-02-09 08:44:00
Satgas Covid-19
Advertisement

Di tengah lonjakan kasus Covid-19, pemerintah berupaya memberikan perlindungan terhadap tenaga kesehatan. Salah satu caranya memenuhi ketersediaan sarana dan prasarana pendukung tenaga kesehatan.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan pemenuhan sarana dan prasarana tersebut dilakukan Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Baik untuk optimalisasi perawatan pasien maupun perlindungan tenaga kesehatan yang bertugas seperti pemberian APD (Alat Pelindung Diri) level 1, 2, dan 3 berdasarkan besar peluang kontak dengan kasus positif,” katanya melalui keterangan tertulis dilansir dari covid19.go.id, Rabu (9/2).

Advertisement

Dia meminta tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit untuk ekstra hati-hati dan disiplin menggunakan APD sesuai pedoman profesi yang telah ditetapkan.

Wiku juga mengimbau rumah sakit untuk memastikan bahwa tenaga kesehatan dapat bekerja dengan ritme yang manusiawi untuk mencegah kemunculan burnout atau kelelahan.

Advertisement

Sebelumnya, Wiku mengatakan kasus positif Covid-19 nasional konsisten mengalami kenaikan. Hingga saat ini, kenaikannya jauh melebihi puncak gelombang pertama pandemi Covid-19.

Pada puncak gelombang pertama, penambahan kasus Covid-19 mingguan tertinggi adalah sebesar 88.000 kasus. Sementara pekan lalu, penambahan kasus Covid-19 mencapai lebih dari 170.000 kasus.

"Hampir dua kali lipat puncak gelombang pertama," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Selasa (8/2).

Jika dibandingkan dengan gelombang kedua, penambahan kasus Covid-19 saat ini setara dengan akhir Juni 2021. Artinya, kenaikan kasus kini mencapai setengah dari puncak gelombang kedua.

Wiku mencatat, lonjakan kasus Covid-19 saat ini juga lebih cepat dibandingkan gelombang kedua. Pada gelombang kedua, peningkatan telah terjadi sejak awal Mei 2021 atau membutuhkan waktu delapan minggu untuk mencapai kondisi kasus yang setara dengan saat ini.

"Sementara penambahan kasus saat ini hanya dicapai dalam waktu tiga minggu saja atau dua setengah kali lebih cepat dibanding lonjakan kedua," jelasnya.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.