Kasus Covid-19 di Solo Raya Naik, Gibran Pertimbangkan Larang Mudik Lokal
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka masih akan mempertimbangkan perizinan mudik lokal saat Hari Raya Idul Fitri di Solo Raya. Hal tersebut setelah kasus penularan Covid-19 di Solo dan sekitarnya mulai naik.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka masih akan mempertimbangkan perizinan mudik lokal saat Hari Raya Idul Fitri di Solo Raya. Hal tersebut setelah kasus penularan Covid-19 di Solo dan sekitarnya mulai naik.
"Sejauh ini (mudik lokal) boleh. Tapi kita lihat lagi. Soalnya di kiri kanan kita itu juga lagi naik. Nanti saya kasih keputusannya minggu depan," ujar Gibran, Selasa (27/4).
Menurut putra Presiden Joko Widodo itu, potensi penularan atau kenaikan kasus Covid-19 bisa terjadi saat acara buka bersama, salat tarawih. Apalagi acara buka bersama dengan membuka masker, potensi penularan virusnya sangat besar.
"Kita mengurangi dulu kegiatan halal bihalal, open house dan lainnya. Aturannya nanti di SE ( surat edaran) terbaru. Nanti tanggal 3 Mei, minggu depan," katanya.
Gibran menegaskan, akan melakukan evaluasi sebelum memutuskan aturan yang baru. Terutama kasus kenaikan yang terjadi di Solo Raya (Solo, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Wonogiri, Sragen dan Karanganyar).
"Tapi kita lihat dulu, tetangga tetangga kita lagi naik semua. Nanti kita evaluasi lagi," pungkas dia.
Baca juga:
Pemprov DKI Terapkan SIKM saat Larangan Mudik pada 6-17 Mei 2021
PPKM Mikro dan Larangan Mudik untuk Tekan Penularan Saat Libur Lebaran
Zona Merah Bertambah, Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Rayakan Lebaran Virtual
2.000 Polisi Disebar di Karawang untuk Cegah Para Pemudik
Siapkan 9 Pos Penyekatan, Dishub Semarang akan Putar Balikkan Pemudik