LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus Covid-19 di Jabar Meningkat, Ridwan Kamil Tetapkan Siaga I

Lebih lanjut Emil menyoroti penurunan kedisiplinan masyarakat dan beberapa industri pariwisata yang protokol kesehatannya menurun. Biasanya angka kedisiplinan warga Jawa Barat berada di atas 80 persen, pekan ini menjadi 72 persen.

2021-05-31 16:14:03
Ridwan Kamil
Advertisement

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan siaga satu dalam upaya pengendalian penyebaran virus Covid-19 pasca kasusnya mengalami lonjakan. Indikatornya adalah tingkat keterisian rumah sakit meningkat dan kedisiplinan warga menjalankan protokol kesehatan menurun.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) pekan ini sebanyak 38,6 persen dari pekan sebelumnya yang hanya 30,6 persen.

“(Jabar) Sedang siaga 1,” katanya usai Rapat Komite Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Senin (31/5).

Advertisement

“Kenaikan ukuran BOR kalau sampai 10 persen itu ada lonjakan. Ini imbas dari libur dan mudik yang bocor yang sudah kita upayakan. Mudah-mudahan jadi pembelajaran,” ia melanjutkan.

Ridwan Kamil menyebut ada rumah sakit (RS) beberapa daerah yang tingkat keterisiannya sudah melebihi ambang batas dari 70 persen hingga 90 persen. Ia menyebut, beberapa rumah sakit tersebut adalah RS Al-Ihsan, RS Immanuel, dan RS Santosa. Ia meminta, rumah sakit yang tingkat keterisiannya sudah di atas 70 persen, segera mengalokasikan kamar perawatan penyakit umum diubah untuk pasien Covid-19.

Di sisi lain, pria yang akrab disapa Emil ini menyinggung beberapa daerah yang kasusnya selalu tinggi dengan tingkat kesembuhan rendah. Daerah tersebut di antaranya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Garut. Ia meminta Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di daerah tersebut melakukan evaluasi, apakah penularan kurang terantisipasi atau distribusi obatnya tak maksimal.

Advertisement

“Karena (daerah) yang lain kasus aktifnya 10 persen. Tapai di Kabupaten Cianjur 49 persen, Kabupaten Bogor 47 persen, Kabupaten Garut 27 persen. Saya kira ini sangat tinggi sekali. Rabu saya perintahkan Pak Sekda dan jajaran untuk melakukan antisipasi dan koreksi,” tegasnya.

Lebih lanjut Emil menyoroti penurunan kedisiplinan masyarakat dan beberapa industri pariwisata yang protokol kesehatannya menurun. Biasanya angka kedisiplinan warga Jawa Barat berada di atas 80 persen, pekan ini menjadi 72 persen.

“Jadi BOR-nya naik, kedisiplinan turun. Seiring dengan varian baru yang ada, tidak ada lain prokesnya (protokol kesehatan) harus disiplin. Warga jangan menyepelekan Covid-19 yang makin ganas, jangan sampai negara kehilangan kendali.

Kalau ekonomi ingin membaik, pariwisata jalan lagi, kuncinya hanya satu, taat disiplin prokes sambil pemerintah memperbaiki kenaikan kasus pascalebaran. Kemarin didapati hotel bintang lima di Bogor Raya, tidak taat prokes. Berenang membiarkan tanpa pembatasan jumlah. Tolong tempat wisata jika ingin produktif, dimulai dengan pembatasan, daftar online itu harus diterapkan,” pungkasnya.

Baca juga:
Puluhan Warga Sumber Solo Terpapar Covid-19 Sembuh, Lockdown Dibuka
Sepanjang 2020, Pendapatan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Turun Sementara Klaim Naik
Antisipasi Dampak Covid India, Pemerintah Diminta Tak Lengah Jaga Pemulihan Ekonomi
Kasus Aktif Covid-19 Meningkat, Pakar Sarankan Penggunaan Masker Ganda
Warga Satu RT di Ciracas Positif Covid-19 Tersisa 5 Orang
Warga Griya Melati Kota Bogor Positif Covid-19 Bertambah Tiga Orang

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.