LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kasus Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Sulsel, 33 Warga Diamankan, 5 Orang Reaktif

Sebelumnya, beberapa hari terakhir marak kejadian pengambilan paksa jenazah yang dilakukan para pihak keluarga. Hal ini dikarenakan keluarga menolak penanganan jenazah yang menerapkan protokol Covid-19.

2020-06-10 13:29:45
Covid-19
Advertisement

Pihak kepolisian telah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka atas pengambilan secara paksa jenazah pasien Covid-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel). Berdasarkan data kepolisian, ada empat rumah sakit yang jenazah-nya diambil paksa oleh warga.

"Update penanganan kasus pengambilan paksa jenazah, untuk 4 Tempat Kejadian Perkara (TKP) sampai tadi pagi diamankan 33 orang," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat dikonfirmasi, Rabu (10/6).

Katanya, dari kasus ini tim kesehatan telah memeriksa mereka. Alhasil, ada 5 orang yang terinfeksi Virus Corona atau Covid-19 dan saat ini tengah dilakukan isolasi di hotel.

Advertisement

"Semua diperiksa rapid test dan hasilnya 5 yang reaktif, kini diisolasi," katanya.

Sebelumnya, beberapa hari terakhir marak kejadian pengambilan paksa jenazah yang dilakukan para pihak keluarga. Hal ini dikarenakan keluarga menolak penanganan jenazah yang menerapkan protokol Covid-19.

Polisi pun mengingatkan untuk tidak kembali melakukan hal ini. Hingga kini, polisi masih menindaklanjuti apa yang telah terjadi di beberapa titik di Makassar.

Advertisement

Tompo menyampaikan, Polda Sulsel juga akan menindak tegas para pelaku yang coba meresahkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Misalnya, menyebar berita bohong atau hoaks tentang rumah sakit sebagai lahan bisnis Covid-19 termasuk provokasi penolakan Rapid Test.

"Kita prihatin dengan pemikiran yang dibangun oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, padahal apa yang dilakukan oleh pemerintah hanya untuk kepentingan masyarakat umum, sedangkan opini tentang bisnis Covid-19, provokasi tidak mau rapid test, itu merupakan opini yang dibangun untuk memperkeruh suasana," katanya.

Baca juga:
RSD Wisma Atlet Rawat Inap 525 Pasien Covid-19 Per 10 Juni 2020
Doni Lapor ke Jokowi: Penanganan Covid-19 Tak Bisa Hanya Andalkan Sektor Kesehatan
Ini 36 Lokasi Check Point & Pemeriksaan SIKM di Bodetabek selama PSBB Transisi
Gubernur Sulsel Sebut Isu Covid-19 Skenario Perkaya Rumah Sakit Menyesatkan
Pengemudi atau Penumpang Gojek Tak Pakai Masker, Pesanan Bisa Dibatalkan

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.