Kasus-3 dan Kasus-10 Sudah Negatif Corona, Tinggal Tunggu Hasil Lab Kedua
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril mengatakan, dua pasien atas kasus-3 dan kasus-10 dinyatakan negatif virus corona dari hasil laboratorium pertama. Sebelumnya, keduanya tersebut sempat dinyatakan positif virus COVID-19.
Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril mengatakan, dua pasien corona kasus-3 dan kasus-10 telah dinyatakan negatif dari hasil pemeriksaan laboratorium pertama. Sebelumnya, kedua pasien ini sempat dinyatakan positif COVID-19.
"Jadi pasien nomor 10 yang nasional itu di kita, jadi yang sudah konferensi negatif itu pasien nomor 3 dan nomor 10," kata Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Kamis (12/3).
Syahril menuturkan, apabila hasil laboratorium kedua dari kasus 3 dan 10 tersebut dinyatakan negatif, maka kedua pasien tersebut diperbolehkan untuk pulang atau kembali bersama keluarga.
Saat ini, kondisi kedua orang tersebut dalam keadaan baik dan tidak mengalami perburukan serta masih dalam kondisi stabil. Sehingga, pihaknya masih menunggu hasil lab kedua dari pasien nomor 3 dan 10.
"Tadi rencana mau kita pulangkan hari ini, ternyata sampai hari ini labnya belum selesai dan kita belum mendapatkan hasil," tuturnya.
Sebab, dalam SOP yang ditetapkan, pasien harus lebih dulu dua kali melalui tahap pemeriksaan sebelum diperbolehkan pulang. Hasil lab mestinya sudah keluar hari ini. Namun ternyata ditunggu sampai sore belum juga keluar.
"Tetapi, kondisi pasiennya Alhamdulillah semua baik sama seperti kemarin stabil tidak terjadi perburukan semua baik, tensi keadaan umum, kemudian interaksi, kemudian bisa melakukan kegiatan sehari-hari," ungkap Syahril.
Jika sudah boleh pulang, keduanya harus perbanyak istirahat di rumah demi menjaga kesehatannya. Dia juga mengimbau, pasien ini tak bisa kontak langsung dengan masyarakat sekitar.
"(Boleh kontak langsung) Ya jadi gini, sama seperti penyakit lain saya kira ya, kalau kita abis dari rumah sakit samakan perlu istirahat di rumah jugakan ya. Jadi janganlah berbondong-bondong untuk besuk, kasihan dia biar istirahat," jelasnya.
"Yang kedua dibutuhkan juga dia untuk pemulihan kesehatannya. Artinya kalau dikatakan ada namanya self isolation, jadi mengisolasi sendiri, baik dia sendiri atau keluarganya. Tetapi jangan disebut dengan isolasi yang menakutkan, seolah-olah dia enggak boleh keluar tapi terbatas, pakai masker tetap," pungkasnya.
(mdk/rnd)