Kasau siap jika ditunjuk Jokowi jadi Panglima TNI
"Mana ada prajurit tidak siap? Tugas di mana saja harus siap," kata Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna menyatakan kesiapannya jika ditunjuk Presiden Joko Widodo menggantikan Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI. Namun, dia menyerahkan sepenuhnya ke Jokowi apakah harus Panglima TNI dijabat secara bergiliran.
"Mana ada prajurit tidak siap? Tugas di mana saja harus siap. (Panglima TNI bergiliran) jangan tanya ke saya. Tanya ke Presiden," kata Agus seraya tertawa usai rapat dengan Komisi I di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6).
Agus menegaskan jika benar nantinya dirinya didapuk sebagai Panglima TNI, langkah pertama yang akan dia lakukan, yakni membawa TNI dapat disegani di kancah militer dunia, minimal di kancah ASEAN.
"TNI ini harus disegani, karena Indonesia itu negara terbesar di ASEAN. Itu saja. Penting itu," tegas dia.
Walaupun telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno bahwa seharusnya panglima berasal dari Angkatan Udara, dirinya tak mau sesumbar. Ia membantah telah ada pembicaraan 'bisik-bisik' jika namanya benar akan menjadi pemegang komando TNI.
"Nanti kalau dapat surat dari Presiden ya. Kalau dapet surat dari presiden nanti pasti saya ngomong," katanya.
Seperti diketahui, soal jatah Panglima TNI, sepanjang sejarah, baru sekali Marsekal TNI AU menjadi Panglima TNI. Dia adalah Marsekal Djoko Suyanto. Selebihnya selalu TNI AD. TNI AL pun baru dua kali kebagian Panglima TNI.
Baca juga:
Komisi I: Kalau pergantian Panglima TNI hiruk pikuk rugikan negara
Menteri Tedjo sebut pengganti Moeldoko mestinya jatah TNI AU
Jenderal Moeldoko sebut calon Panglima TNI tak harus bergiliran
Panglima TNI rapat dengan DPR, kepala staf cuma Kasau yang hadir
JK sebut Panglima TNI ditunjuk berdasarkan kemampuan, bukan giliran
Sejak '65, AURI yang selalu menjadi anak tiri
JK: Panglima TNI tak harus AU, tapi siapa yang mampu