Kasau sebut tak ada ampun buat prajurit selundupkan Miras di Hercules
Kasau sebut tak ada ampun buat prajurit selundupkan Miras di Hercules. Kasau menyebutkan, kasus penyelundupan miras menggunakan pesawat C 130 di Papua saat ini masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya masih menunggu laporan dari tim yang sudah dibentuk untuk menyelidiki kasus itu.
Kasus penyelundupan minuman keras (miras) menggunakan pesawat Hercules C 130 milik TNI AU di Papua mendapat perhatian serius dari Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. KSAU berjanji akan menindak tegas anggota TNI AU yang terbukti menyelundupkan miras tersebut.
Kasau menyebutkan, kasus penyelundupan miras menggunakan pesawat C 130 di Papua saat ini masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya masih menunggu laporan dari tim yang sudah dibentuk untuk menyelidiki kasus itu.
"Hanya dua pilihan. Kalau memang tidak terbukti bebas. Kalau terbukti langsung saya ganti," tegas Hadi ditemui di Museum AU Dirgantara Mandala, Yogyakarta, Minggu (3/12).
Hadi menuturkan, dirinya sudah berulang kali menekankan kepada para prajuritnya untuk tak melakukan pelanggaran. Tetapi, lanjut Hadi, masih ada oknum yang bermain-main.
"Tujuan utama TNI AU di Papua adalah membantu kesulitan masyarakat menyangkut transportasi, misi kemanusiaan, hingga mendukung program pemerintah menekan disparitas harga. Tapi ternyata diduga ada oknum yang bermain-main, bagi saya tidak ada ampun (jika terbukti)," ungkap Hadi.
Hadi menjabarkan, dirinya telah meminta kepada tim penyelidik agar minggu depan laporan yang dibuat sudah lengkap. Jika terbukti bersalah, kata Hadi, hukuman akan dijatuhkan.
"Saya akan bertindak. Supaya memberikan efek jera kepada seluruh prajurit saya yang melanggar hukum. Maka tidak ada ruang untuk bisa dimaafkan," tutup Hadi.
Sebagaimana ramai diberitakan sebuah pesawat Hercules C-130 membawa ratusan botol miras yang dimasukkan ke dalam ember cat untuk dimasukkan ke dalam Bandara Wamena, Papua, Rabu (29/11) yang lalu. Kasus ini berada dalam penanganan kepolisian setempat bersama POM TNI AU.(mdk/rnd)