Kasau akui belum optimal awasi wilayah laut
"Itu karena peralatan Alutsista yang dipunya masih belum sebanding dengan wilayah yang harus diawasi," tutur Agus.
Minimnya alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang dilengkapi dengan radar SAR serta radar otomatis pendeteksi menyebabkan pengawasan sektor laut belum optimal. Untuk itu diperlukan tambahan pesawat untuk melakukan pengawasan.
"Pengawasan laut jujur belum optimal karena Alutsista belum dilengkapi dengan SAR radar sistem. Automatic identification system, sensor dan real time data link ke Pusdalops secara realtime," kata Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Agus Supriatna di Seminar Nasional Kedirgantaraan, Senin (25/4).
Menurutnya, jika mengutip pokok kebijakan Panglima TNI 2014 yang menyatakan peran TNI AU untuk dapat menunjukan superioritasnya di udara dengan menunjukkan Indonesia sebagai negara maritim. Namun memang dalam aspek penguasaan laut oleh TNI AU masih kurang.
"Itu karena peralatan Alutsista yang dipunya masih belum sebanding dengan wilayah yang harus diawasi," tuturnya.
Oleh sebab itu untuk mendukung tugas TNI dalam perang dan non perang, ia mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan pesawat tipe amfibi.
"Pesawat amfibi ini merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk mendukung tugas TNI dalam operasi perang maupun non perang," tutupnya.
Baca juga:
Kasau mengaku butuh empat pesawat untuk awasi wilayah laut
Warga Medan antusias hadiri Air Force Open Day
Kritik keras komandan TNI AU terhadap pesawat jet buatan Korsel
TNI AU puji hebatnya Sukhoi 35: 4 Pesawat bisa hancurkan Jakarta!
Rusia sebut Indonesia akan borong 18 Sukhoi Su-35 & kapal selam