LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Karyawan sawit di Kalteng sempat muntah saat makan orang utan

Karyawan sawit di Kalteng sempat muntah saat makan orang utan. Sepuluh pekerja di perkebunan sawit itu membunuh dan memasak orang utan beramai-ramai. Bagi mereka, orang utan dianggap hama yang bisa merusak pohon sawit.

2017-02-16 09:27:34
Orangutan
Advertisement

Polisi menangkap 10 orang terduga pembunuh dan pemakan daging orang utan, yang tak lain para pekerja perusahaan kebun sawit PT Sumantri Permai, di desa Tumbang Puroh, kecamatan Sei Hanyo, kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Saat dimasak dan dimakan, karyawan sempat muntah.

Bagi pekerja sawit setempat, hadirnya orang utan di kebun sawit, mereka anggap sebagai gangguan yang dapar merusak tanaman sawit. Sehingga tidak heran apabila pekerja sawit, terlihat sering membawa senjata.

"Lokasinya memang milik konsesi PT Susantri Permai, yang bergerak di bidang kebun sawit. Mendengar dan melihat orang utan, memang artinya menganggapnya sebagai suatu gangguan yang merusak tanaman," kata Kapolres Kapuas AKBP Jukiman Situmorang saat berbincang bersama merdeka.com, Kamis (16/2).

"Kenapa menembak dan memasaknya, pengakuannya spontanitas. Lazim orang yang kerja di sawit, bawa senapan angin dan bawa parang. Melihat objek (orang utan yang dinilai mengganggu) makanya menembaknya, membunuh dan kemudian dimasak," ujar Jukiman.

Polisi amankan barang bukti pembunuhan orang utan ©2017 Merdeka.com



Polisi menilai pembunuhan orang utan hingga memasak dan memakannya beramai-ramai, merupakan satu kesatuan kejadian.

"Ini pengakuan mereka, membunuh dan memakan orang utan adalah yang pertama kali. Tidak pernah mereka selama ini memakan orang utan. Entah ada keinginan memasak dan memakan, memang nyatanya mereka makan," terang Jukiman.

"Mereka bilang, begitu saya makan saya muntah Pak. Seperti itu pernyataan mereka. Faktanya yang kita sita selain daging seperti dendeng, juga ada tulang belulang. Kemungkinan ini sudah dijadikan sup karena bentuk struktur tulangnya panjang-panjang," ungkapnya.

Hari ini, kepolisian lanjut Jukiman, memastikan akan menetapkan tersangka dari 10 orang terduga pembunuh dan pemakan orang utan, yang diamankan di Polsek Kapuas Hulu.

"Karena faktor geografis dan jarak tempuh dari lokasi kebun sawit, pemeriksaan lanjutan di Polres belum kami laksanakan. Tapi kita harus tetapkan status tersangka karena ancaman hukumannya 5 tahun. Kami harus pastika status hukum dalam waktu 1x24 jam," demikian Jukiman.

Diketahui, 10 orang karyawan PT Susantri Permai, diciduk di lokasi camp pekerja, Selasa (14/2) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, setelah aparat Polres Kapuas dibantu Polsek Kapuas Hulu, jalan darat ke lokasi selama 10 jam. Siang sebelumnya, kepolisian menerima informasi, dugaan pembunuhan satwa orang utan, yang diduga terjadi 28 Januari 2017 lalu.

Di lokasi, selain mengamankan 10 karyawan, kepolisian juga mengamankan senapan angin, panci masak, telepon selular, dan daging diduga daging orang utan yang ditembak mati sebelumnya. Kesepuluh orang itu, merupakan satu kesatuan terkait melakukan penembakan, menggorok leher orang utan dan membantu memasak serta memakannya.

Advertisement

Baca juga:
Pekerja sawit di Kalteng tembak mati Orangutan
Momen pilu orang utan ditembak mati pekerja sawit di Kalteng
Polisi bekuk 10 pembunuh dan pemakan orangutan

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.