LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Karutan Salemba: Surya Anta Akui Salah Unggah Kondisi Rutan di Medsos

Melalui video call, Surya Anta mengaku motifnya hanya iseng dan ingin menceritakan perjalanan penangkapannya.

2020-07-14 12:09:31
Rutan Salemba
Advertisement

Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Salemba Renharet Ginting angkat bicara terkait kicauan mantan narapidana kasus makar Surya Anta. Ia mengatakan Surya Anta sudah mengaku salah dan meminta maaf telah membuat heboh di media sosial.

"Saya sudah berhubungan langsung sama beliau (Surya), jadi beliau merasa ada yang harus diklarifikasi, nanti mau diklarifikasi sendiri tentang berita yang dia buat itu dan itu di tahun 2019," katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (14/7).

Melalui video call, Surya Anta mengaku motifnya hanya iseng dan ingin menceritakan perjalanan penangkapannya.

Advertisement

"(Surya video call minta maaf) Iya, dia merasa bersalah artinya kenapa, apa motifnya dia hanya iseng pak kata dia, sebenarnya mau curhat perjalanan dia ditangkap ya sudah terlanjur enggak apa-apa saya bilang. Jadi dia enggak hanya di sini bercerita ditahan polisi juga bercerita perjalanan dia ditangkap," sambungnya.

Sebelumnya, Surya Anta bikin heboh di jagat media sosial Twitter, Minggu (12/7) malam. Dia menceritakan secara detil kondisi tahanan di Rutan Salemba, Jakarta.

Advertisement

Surya Anta mendekam di Rutan Salemba selama 9 bulan. Dengan berbagai foto yang diunggah, Surya menjelaskan praktik pungli hingga tak manusiawinya kondisi di Rutan Salemba itu.

Surya mengaku saat pertama kali masuk, dimintai uang senilai Rp3 juta untuk mendapatkan tempat di sel. Namun akhirnya, dia hanya bisa memenuhi Rp500.000 karena para tahanan tahu dia hanya seorang aktivis.

"Saat hari pertama masuk penampungan kami di OT IN (Dimintai Uang) oleh tahanan lama. Saya diminta 1 juta di lapak Palembang. @Dano_Tabuni diminta 3 juta di lapak Lampung Akhirnya kami berlima bayar Rp500.000 karena setelah para tahanan lain tahu kalau kami ini aktivis bukan anak pejabat," tulis Surya Anta.

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.