LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Karang Taruna dianggap garda terdepan buat lawan narkoba

Ada tiga ancaman dapat menghancurkan sebuah negara yakni, narkoba, terorisme dan korupsi.

2016-09-04 06:57:29
Kasus Narkoba
Advertisement

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta Karang Taruna di seluruh wilayah Jakarta menjadi garda terdepan melawan narkoba. Apalagi dia merasa bahwa masalah ini dianggap bahaya bagi generasi muda.

Djarot menyampaikan hal itu ketika menyambangi Karang Taruna Perumahan Green Garden di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (3/9) kemarin malam.

"Makanya, saya mendukung Karang Taruna Perumahan Green Garden melakukan diskusi publik mengenai bahaya dan ancaman narkoba. Meski diadakan pada malam hari, saya mau datang. Sebab, saya ingin semua Karang Taruna di Jakarta harus aktif jadi garda terdepan lawan narkoba di DKI," kata Djarot dalam keterangannya.

Menurut Djarot, ada tiga ancaman dapat menghancurkan sebuah negara yakni, narkoba, terorisme dan korupsi. Ancaman narkoba menjadi ancaman paling berbahaya karena mengintai generasi muda sebuah bangsa.

"Jadi kalau mau meruntuhkan sebuah negara, menghancurkan sebuah bangsa, serang saja generasi mudanya dengan narkoba. Makanya, kami tidak mau hal itu terjadi di Jakarta dan di Indonesia. Karang taruna sebagai organisasi pemuda harus berani berada di depan menyatakan perlawanan terhadap narkoba," ujarnya.

Saat ini, kata Djarot, hampir 50 persen persen narkoba dikonsumsi generasi muda atau pada usia produktif. Di Jakarta saja, hampir setiap RW ada saja menggunakan narkoba. Bahkan, 3 persen dari 10 juta penduduk Jakarta atau sekitar 300.000 orang terkena narkoba.

"Karena itu, benteng yang paling dekat untuk melawan narkoba adalah Karang Taruna bersama dengan RT dan RW. Karena yang paling mengenal lingkungan dan warganya adalah tiga institusi ini," ungkapnya.

Djarot menuturkan, banyaknya generasi muda terlibat narkoba bukan hal baru lagi. Buktinya, warga binaan di Lapas Narkotika Cipinang didominasi anak muda. Banyak dari antara mereka terlibat karena kurang kasih sayang dan tidak mengerti bahaya menggunakan barang haram itu.

Tidak hanya kaum muda, Djarot juga mengingatkan bahwa narkoba juga dapat menyerang semua kalangan. Baik pengangguran, profesional, maupun orang biasa. "Selebriti apalagi, yakan? Makanya kita perlu dukung Karang Taruna. Ini juga tidak boleh berhenti di sini untuk melawan narkoba. Apalagi daerah ini dekat dengan laut," ujarnya.

Ke depan dia juga mengimbau semua jajaran bisa merapatkan barisan untuk memberantas penyebaran narkoba di Jakarta. Para orang tua juga harus mau mengawasi anak-anak. "Tolong anak-anak kita diawasi betul. Kalau kena, bisa repot kita," tuturnya kepada warga di sana.

Ketua Panitia Diskusi Publik Karang Taruna Green Garden, Fathinulah Hamzah mengatakan pengetahuan anak muda masih minim tentang narkoba. Makanya, perlu pembekalan yang lebih dalam lagi. "Kami hanya tahu narkoba itu pembunuh. Pembunuh karakter dan pembunuh bangsa. Untuk itu, lanjut, harus segera diperangi," kata Hamzah.(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.