LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapolri tegaskan tidak ada aliran dana dari Fredi ke pejabat Polri

Pernyataan itu disampaikan dalam dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR siang ini.

2016-09-05 16:43:03
Testimoni Fredi Budiman
Advertisement

Tim Independen Polri sudah menonton video testimoni Fredi Budiman yang dibuat H-1 sebelum dia dieksekusi. Dalam video tersebut diketahui Fredi menyebut nama 3 nama aparat yang disebut menerima aliran dana dan terlibat dalam jaringan narkoba Fredi.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memastikan Fredi Budiman sama sekali tidak menyebut adanya aliran dana sebesar Rp 90 miliar kepada pejabat polri. Pernyataan itu disampaikan dalam dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR siang ini.

"Ada informasi dari Menkum HAM, Polri, untuk nonton bersama-sama CCTV. Dari video tersebut tidak ada Fredi menyebut adanya aliran dana ke Polri," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/9).

Selain dari CCTV, Tito menyebut dalam pleidoi dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Fredi yang dicek Divisi Propam, juga menunjukkan tidak ada pernyataan adanya pejabat Polri yang menerima uang tersebut.

"Boy Rafli sampaikan tak jauh beda dari informasi di publik. Kadiv Propam sudah dapat pleidoinya. Dua-duanya mengatakan belum pernah dengar ada pejabat terima Rp 90 miliar, Ini sudah di-BAP," terangnya.

Kesimpulan sementara itu, lanjutnya, diperkuat juga dari hasil investigasi tim independen dengan meminta keterangan dari Kepala Lapas Nusakambangan, beberapa narapidana di lapas, dan meminta PPATK memeriksa aliran dana dari Freddy itu.

"Kita buat tim yang lebih besar 15 orang Polri dan 3 orang eksternal. Tim ini sudah bergerak, cukup banyak. Dengan lakukan klarifikasi kepala lapas, narapidana di lapas, memeriksa dana aliran PPATK. Kita belum menemukan aliran dana dari Fredi ke anggota Polri," klaim Tito.

Dalam video tersebut, mantan Kapolda Metro Jaya ini menerangkan Fredi hanya bercerita soal dirinya yang sudah berubah dari seorang preman, kemudian bandar narkoba hingga praktik pembuatan narkoba di lapas.

"Yang ada dia menceritakan dia sudah mulai berubah dari dulu preman, pelaku dan lain-lain. Bercerita dia miliki jaringan dan seterusnya. Sampai kemudian dia berubah dalam lapas. Dia cerita dalam lapas dia tahu ada kegiatan pembuatan narkotik," tegasnya.

Namun, Tito tidak membantah jika Fredi menyebut dua anggota Polri. Hanya saja, kesaksian Fredi soal dua aparat ini adalah menyangkut pihak yang menangkapnya.

Kedua orang itu adalah seorang Perwira Tinggi (Pati) dan seorang Perwira Menengah (Pamen). Tito mengatakan dua orang ini yang menangkap Freddy tiga kali. Dua di Cipinang, dan satu di Nusakambangan. Kedua aparat ini juga telah diperiksa oleh tim.

"Dia sebut 2 nama dari anggota Polri. 2 orang sudah diperiksa dan kedua orang ini justru yang menangkap yang bersangkutan 3 kali. Yang satu orang bukan sama sekali berkaitan dengan penanganan narkoba tapi soal usulan lapas ada buayanya," ungkapnya.

Kendati demikian, Tito menegaskan kerja tim independen tidak akan selesai sampai di sini. Tim akan terus mengusut aliran dana itu dengan menyurati KontraS dan keluarga Fredi untuk menindaklanjuti perilaku anggotanya.

"Kita tetap lakukan langkah-langkah ke depan, dan tim harus tapi berjalan. Kirim surat ke KontraS untuk menindaklanjuti prilaku anggota Polri. Berkoordinasi dengan keluarga Fredi Budiman. Karena ada informasi keluarga punya video. Apa benar video itu ada dan bisa diperoleh sedang kita cari," sambung Tito.

Tak hanya itu, Tito juga memastikan tidak akan melindungi anggotanya jika terbukti terlibat menerima upeti dari Fredi atau pun terlibat dalam bisnis haramnya.

"Kita enggak akan bela anggota kita yang salah dan terlibat dalam narkoba," tutupnya.

Baca juga:
Budi Waseso minta Tim Independen buktikan 3 aparat dalam video Fredi
Akui Fredi sebut 3 nama aparat, Polisi bilang 'itu beda konteks'
Kapolri berkeras sebut tak ada tiga nama aparat di video Fredi
Kapolri harus transparan ungkap 3 aparat dalam video testimoni Fredi
Kapolri diduga bohong, DPR bakal minta video testimoni Fredi Budiman

Advertisement
(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.