Kapolri sematkan Bintang Bhayangkara Utama buat 7 Menteri Jokowi
Tujuh menteri yang mendapat Bintang Bhayangkara Utama dari Kapolri adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Muhammad Ba
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan penghargaan Bintang Bhayangkara Utama kepada tujuh Menteri Kabinet Kerja. Sebab, ketujuhnya dinilai berjasa dan berkontribusi terhadap Polri.
Inilah bintang penghargaan tertinggi di lingkungan Kepolisian. Penghargaan diberikan karena kontribusi beliau-beliau ini besar terhadap Polri, termasuk dalam rangka pelaksanaan tugas Polri," ujar Tito di STIK, Jakarta Selatan, Rabu (13/12).
"Ini chemistry-nya masuk, mereka tulus membantu dan bekerja sama dengan Polri," tambahnya.
Tujuh menteri yang mendapat Bintang Bhayangkara Utama dari Kapolri adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Muhammad Basuki Hadimuljono dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek.
Pemberian penghargaan tersebut diberikan Kapolri atas persetujuan Presiden Joko Widodo.
Selain itu, Kapolri juga memberikan penghargaan kepada Kepala Polisi Malaysia, Kepala Polisi Filipina, Kepala Polisi Australia dan Kepala Polisi Singapura.
"Karena kerja sama yang intens termasuk dalam penanganan terorisme," ujarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakapolri Komjen Pol Syafrudin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, MenPAN-RB Asman Abnur dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Sementara Menkeu, Menteri PUPR dan Mensesneg berhalangan hadir karena sedang bertugas di luar negeri.
Baca juga:
Bangganya Kapolri dengan prestasi Bhayangkara FC
Bhayangkara FC juara Liga 1, Jenderal Tito sebut jadi kebanggaan Polri
Kapolri tegaskan kematian Bahrun Naim hanya isu di medsos
Ditangkap di Malaysia, WNI pelaku bom panci di Bandung dideportasi
Kebut kasus ujaran kebencian Laiskodat, Kapolri desak MKD tentukan sikap