Kapolri sebut INS ledakan bom pertama, AS yang kedua di Kp Melayu
Kapolri sebut INS ledakan bom pertama, AS yang kedua di Kp Melayu. Tito pun memaparkan INS melakukan ledakan pertama yang kecil untuk memancing keadaan hingga membuat orang-orang berkumpul. Lalu ledakan yang kedua dilakukan oleh AS dengan ledakan yang amat besar hingga tubuhnya hancur.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), sidik jari dan data di lapangan serta tes DNA. Hasilnya dipastikan terduga teroris kasus di Kampung Melayu adalah Ikhwan Nurul Salam (INS) dan Ahmad Sukri (AS).
"Ikwan Nurul Salam (INS) yaitu dengan pembanding putra bernama Ziblir. Lalu dengan pembanding ibunya Eti Nurhasanah positif jenazah bernama Ahmad Sukri (AS)," ungkap Tito di RS Polri, Kamis (26/5).
Tito pun memaparkan INS melakukan ledakan pertama yang kecil untuk memancing keadaan hingga membuat orang-orang berkumpul. Lalu ledakan yang kedua dilakukan oleh AS dengan ledakan yang amat besar hingga tubuhnya hancur.
"Bom pertama dari Ikwan kecil lalu disusul 4 menit kemudian besar dari Ahmad Sukri meledak, badannya hancur," katanya.
Isi dari bom tersebut juga cukup banyak sehingga membuat orang yang berada di sekitarnya membuat dampak yang serius. "Trepnel untuk membuat mur, gunting kecil, gotri untuk membuat efek seperti peluru yang didorong dari ledakan, makanya telinga korban banyak yang gendang telinga rusak," tandas Tito.
Baca juga:
Cerita keluarga korban bom dibikin heboh sambut Jokowi di RS Polri
Pasca-Bom Kampung Melayu, polisi di Kaltim dilarang tugas sendiri
Bom di Kp Melayu, ledakan pertama buat pancing kerumunan warga
Teror bom Kampung Melayu, suami istri di Garut diamankan Densus 88
Jaringan bom Kp Melayu kelompok kecil, Kapolri serukan jangan takut