Kapolri sebut Densus sudah petakan persebaran teroris di Indonesia
Kapolri mengakui, fenomena perempuan dijadikan pengantin bom baru pertama kali terjadi di Indonesia. Di beberapa negara seperti Sri Langka dan Asia Tengah sudah melakukan hal itu.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku telah mengantongi titik-titik penyebaran teroris di Indonesia. Kepolisian melalui Densus 88 anti teror terus melakukan perburuan melalui operasi-operasi khusus.
"Saat ini tim Densus 88 terus bergerak untuk memburu jaringan teror dengan melakukan operasi-operasi khusus. Ini kan jaringannya berkembang terus," ungkap Kapolri Tito di Palembang, Sabtu (17/12).
Menurut Kapolri, penangkapan-penangkapan pelaku sejauh ini cukup efektif dalam penguatan deteksi kemungkinan adanya sel-sel lain. Pengungkapan akan terus berlangsung untuk mencegah terjadinya aksi teror lanjutan.
"Terus kita kembangkan, ini masih ada lagi terornya yang sedang kita kejar, terus kita lakukan, tapi tidak akan kita ekspos (lokasi penyebaran teroris)," ujarnya.
Dia menambahkan, fenomena perempuan dijadikan pengantin bom baru pertama kali terjadi di Indonesia. Namun, hal itu telah terdeteksi sebelumnya sehingga berhasil digagalkan dengan penangkapan Dian Yulia Novi dan dua tersangka lain.
"Yang perempuan baru pertama kali di Indonesia. Tapi kalau di Timur Tengah, di Sri Lanka, dan di Asia Tengah itu sudah sering terjadi," ucapnya.
Baca juga:
Tito sebut wanita jadi 'pengantin' bom agar tak dicurigai saat aksi
Eko Patrio bantah sebut bom Bekasi pengalihan isu kasus Ahok
Amarah Kapolri saat penangkapan teroris dituding pengalihan isu
Kapolri: Jawa paling rawan gangguan teror saat Natal & Tahun Baru