Kapolri ngaku tak pernah minta Jokowi untuk tolak Komjen Budi
Sutarman mengaku, sempat dipanggil Presiden Jokowi untuk berkonsultasi setelah ada penunjukan Budi Gunawan.
Kapolri Jenderal Sutarman membantah telah mengajukan permintaan kepada Presiden Joko Widodo untuk menolak Komjen Budi Gunawan sebagai calon pengganti dirinya. Sutarman juga membantah pernah berkonsultasi dengan Presiden Jokowi terkait hal ini sebelum pencalonan.
"Enggak pernah," ujarnya di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (14/1).
Sutarman mengaku, sempat dipanggil Presiden Jokowi untuk berkonsultasi setelah ada penunjukan Budi Gunawan. "Enggak, enggak pernah. Saya dipanggil setelah diajukan oleh presiden," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sutarman juga enggan mengomentari putusan DPR meloloskan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri.
"Itu kewenangan DPR sepenuhnya saya kira. Kita ikuti saja proses," ujarnya.
Masa habis jabatan Kapolri untuk Sutarman selesai pada Oktober tahun ini. Namun, Jokowi mengusulkan pergantian Sutarman dipercepat yakni dengan pengajuan Budi Gunawan.
Budi calon Kapolri satu-satunya yang diajukan Presiden Jokowi. Namun, dia ditetapkan tersangka oleh KPK dengan dugaan menerima gratifikasi dan berekening gendut.
Setelah menjalani fit and proper test di Komisi III, DPR akhirnya setuju dengan pencalonan Budi Gunawan.
Baca juga:
Trimed sebut diperintah PDIP muluskan Budi Gunawan jadi Kapolri
KPK cuek DPR loloskan Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri
Budi Gunawan tegaskan kekayaannya dari kegiatan usaha legal
Komisi III loloskan Komjen Budi Gunawan jadi Kapolri secara aklamasi
Keluarga Komjen Budi Gunawan gelar pengajian undang anak yatim
Komjen Budi bingung ditetapkan tersangka kasus rekening gendut
Desmond: Sebelum Budi Gunawan tersangka, foto Samad-Elvira sudah ada