LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapolri minta semua tahan diri, jangan angkat isu sensitif G30S

Kapolri minta semua tahan diri, jangan angkat isu sensitif G30S. Sebab isu-isu sensitif berpotensi membuka kembali luka lama. Ideologi komunisme sekarang ini sudah meredup. Rusia dan China sekarang ini justru mengarah kepada sistem kapitalis. Di Indonesia, sudah ada aturan dan larangan tegas terkait paham komunisme.

2017-09-23 18:33:00
Film G30S PKI
Advertisement

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta semua pihak menahan diri dan tidak mengangkat isu sensitif. Sebab isu-isu sensitif berpotensi membuka kembali luka lama. Salah satu isu yang dinilainya sensitif adalah komunisme. Isu ini belakangan ramai dibicarakan setelah muncul pro kontra penayangan kembali film G30S/PKI.

"Jangan kemudian menampilkan isu ini di tengah situasi kita yang rentan. Mau ada Pilkada, mau ada Pilpres, mau ada peringatan G30S," katanya usai menyampaikan pidato ilmiah dalam acara wisuda sarjana dan pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, seperti dilansir Antara, Sabtu (23/9).

Kapolri menegaskan, ideologi komunisme sekarang ini sudah meredup. Bahkan, Rusia dan China sekarang ini justru mengarah kepada sistem kapitalis. Di Indonesia, sudah ada aturan dan larangan tegas terkait paham komunisme. Jika ada yang melanggar, Kapolri memastikan bakal menindak tegas.

Advertisement

"Aturan hukum yang ada saat ini, jelas ada Tap MPR ditambah dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999, tentang penyebaran ideologi termasuk marxisme, leninisme, komunisme dilarang. Jadi, sepanjang ada upaya penyebaran itu, bagi Polri jelas akan melakukan penegakan hukum," katanya.

Kapolri berharap semua pihak menahan diri untuk tidak mengangkat isu-isu sensitif tersebut karena dapat membuka kembali luka lama. Mantan Kapolda Metro Jaya ini melanjutkan, bukan berarti melupakan sejarah tetapi ada waktu yang tepat untuk membicarakan isu-isu tersebut.

"Kembalikan saja ke penegakan-penegakan hukum. Kalau ada informasi tentang penyebaran ideologi, kami akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku oleh penegak hukum, khususnya Kepolisian," katanya.

Advertisement

Menurutnya, publik harus cerdas memilah mana isu yang bermanfaat maupun yang kurang bermanfaat. Ini penting agar bangsa Indonesia bisa bersaing dalam kompetisi global antarnegara. Jangan sampai Indonesia sibuk 'cakar-cakaran' di dalam, dan kalah dengan negara yang lebih solid.

"Oleh karena itu di dalam negeri, kita harus solid sehingga ketika ada isu-isu yang sensitif, lihat konteksnya dulu, 'timing'-nya tepat atau tidak," katanya.

Baca juga:
Tolak film G30S PKI versi baru, Zainal sebut ada kepentingan politik
Din Syamsuddin: Ajakan nonton film G30S/PKI wajar dan penting
Istri mendiang sutradara antusias jika film G30S PKI dibuat ulang
Setuju Jokowi remake film G30S/PKI, ini pesan Din Syamsuddin
Lagu Genjer-Genjer dimasukkan di film G30S/PKI karena populer
Alasan Panglima TNI tetap ngotot pemutaran Film G30S

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.