Kapolri minta pendatang yang jadi korban sandera KKB tak kembali ke Tembagapura
Mantan Kapolda Metro Jaya ini memberikan pilihan terhadap warga penduduk asli sana yang berjumlah hampir sekitar 1.000 orang. Jika memang mereka merasa nyaman, silahkan boleh tetap di sana dan jika tidak merasa aman boleh tidak kembali ke desa tempat mereka disandera.
Kapolri Jendral Tito mengatakan, dari 1300 warga Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, yang disandera sudah dilakukan pembebasan sebagian. Penyanderaan terhadap 1300 warga itu dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
"Para sandera ada pendatang, ada yang lokal, pendatang lebih kurang 346 lebih ya, lokal ada kira-kira 1.000, mereka memang bermukim di sana, nah yang pendatang ini semua sudah di bawa. Kita harapkan saya sudah menyampaikan kepada Pak Mensesneg agar Mensos bantu supaya mereka ini bisa disalurkan kembali mungkin ke daerahnya," katanya usai membuka perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (20/11).
Selain itu, dia meminta, kepada para pendatang yang sudah dibebaskan agar tak kembali lagi ke desa tersebut. Menurutnya, KKB ini merupakan pendulang liar yang ada di Freeport, yang mana mereka mendulang bisa mendapatkan 1 gram perharinya.
"Oleh karena itu enggak boleh lagi balik ke sana (Papua), ini momentum untuk membersihkan pendulang liar juga di situ, karena menimbulkan masalah banyak. Timbul masalah sosial, masalah prostitusi, masalah HIV disitu ya, ini kita minta kembalikan," mintanya.
Selain itu, Mantan Kapolda Metro Jaya ini memberikan pilihan terhadap warga penduduk asli sana yang berjumlah hampir sekitar 1.000 orang. Jika memang mereka merasa nyaman, silahkan boleh tetap di sana dan jika tidak merasa aman boleh tidak kembali ke desa tempat mereka disandera.
"Nah masyarakat yang ada 1.000 orang masyarakat lokal di situ, terserah mereka. Kalau mereka merasa nyaman, kita akan berikan pengamanan disitu, tapi kalau mereka merasa enggak nyaman, ya kembalikan. Nah ini perlu melibatkan Pemda, karena ini ada yang berasal dari Kabupaten Puncak, ada yang berasal dari Timika," ujarnya.
"Pemerintah provinsi, gubernur, DPRD yang ada di sana, kemudian bupati-bupati yang masyarakatnya ada di situ tarik kembali mereka, ke daerah-daerah masing-masing dan pekerjakan, misalnya bertani, beternak dan lain-lain," sambungnya.
Mantan Kepala BNPT ini berharap di Desa tersebut terutama KKB tak lagi menjadi pendulang liar. Hal itu juga sekaligus pihaknya tetap masih melakukan pengejaran terhadap KKB yang memang potensi ancamannya masih terjadi dan sangat tinggi.
"Pengejaran masih terus kita lakukan," tandasnya.
Baca juga:
Suara rakyat Papua: Hampir setiap hari saya dengar tembakan
Kemensos bantu identifikasi korban sandera di Papua yang mau pulang kampung
Evakuasi ratusan sandera kelompok bersenjata di Papua
Kapolri sebut ekonomi jadi penyebab utama penyanderaan 1.300 warga di Tembagapura
Pemerintah kembalikan warga korban sandera di Tembagapura ke daerah asal
Menko Polhukam sebut KKB Tembagapura ada 120 orang dengan 36 senjata