Kapolri ingatkan elite politik tak menghalalkan segala cara jelang pemilu
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengingatkan kepada seluruh elite politik agar tidak menggunakan isu-isu yang rentan memecah belah bangsa dalam menghadapi situasi tahun politik saat ini.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengingatkan kepada seluruh elite politik agar tidak menggunakan isu-isu yang rentan memecah belah bangsa dalam menghadapi situasi tahun politik saat ini.
Apalagi, menurut Tito, dua tahun ke depan adalah situasi di mana akan dilakukan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2018 dan pada tahun 2019 dilakukan pemilihan serentak Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif.
"Sudah cukuplah kasus di Ambon, Poso. Pahit ribuan orang jadi korban, meninggal. Jangan terulang lagi, karena kita belum bisa membendungnya," ucap Tito, usai menghadiri acara Konvensi Nasional Humas 2017 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/11/2017).
Tito menambahkan, dalam situasi tahun politik, potensi perpecahan dan konflik kerap terjadi. Tito berharap, para politisi jangan sampai mengorbankan masyarakat dalam rangka kepentingan politik sektoral pribadi.
Tito menganggap, politik adalah bagaimana mendapatkan kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan dengan mempengaruhi orang lain. Ia pun tak menampik, kadang kala dalam politik, segala cara dihalalkan.
"Yang repot tadi, kalau menghalalkan segala cara dan cara itu digunakan meskipun bisa mengoyak persatuan bangsa dan negara. Kita tentu berharap, para politikus kita bersikap dewasa dengan tidak menggunakan isu-isu yang bisa memecah belah bangsa," tuturnya.(mdk/bal)