LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapolri & GNPF-MUI capai kesepakatan, FPI Sumsel puji Jenderal Tito

Ketua FPI Sumsel, Habib Mahdi mengaku sangat mendukung dan mengapresiasi hasil pertemuan Kapolri dan tokoh GNPF MUI terkait rencana aksi bela Islam jilid III, 2 Desember 2016 mendatang. Kapolri dinilai terbukti menunjukkan sikap profesional dan menjadi jembatan aspirasi umat sehingga memberikan pengertian semua pihak.

2016-11-28 23:01:00
Demo 2 Desember
Advertisement

Pertemuan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan sejumlah petinggi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) langsung disikapi aparat kepolisian dan tokoh agama di Sumsel. Sejumlah pimpinan organisasi masyarakat, pengurus MUI dan kepolisian di Sumsel menggelar pertemuan dan menyampaikan statement kepada awak media.

Pertemuan tersebut digelar di rumah Kemas H A Halim Ali di Jalan Dr M Isa Palembang, Senin (28/11) sore. Hadir dalam acara tersebut, Sekjen MUI Sumsel Ayik Farid, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumsel Habib Mahdi, Ketua Forum Umat Islam Sumsel Umar Said, tokoh agama Solihin Hasibuan, dan Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Alamsyah.

Ketua FPI Sumsel, Habib Mahdi mengaku sangat mendukung dan mengapresiasi hasil pertemuan Kapolri dan tokoh GNPF MUI terkait rencana aksi bela Islam jilid III, 2 Desember 2016 mendatang. Kapolri dinilai terbukti menunjukkan sikap profesional dan menjadi jembatan aspirasi umat sehingga memberikan pengertian semua pihak.

"Kapolri berusaha maksimal, ini membuktikan Pak Muhammad Tito Karnavian sebagai putra Palembang luar biasa. Dengan begini, kasus penistaan agama makin ada titik terang," kata Habib Mahdi, Senin.

Menurut dia, aksi damai 2 Desember murni bertujuan untuk mendesak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tujuannya satu, penista Alquran segera dihukum. Tidak ada niat lain, apapun itu," tegasnya.

Sementara itu, Ketua FUI Sumsel, Umar Said menuturkan, pertemuan ini diinisiasi Kemas H A Halim Ali yang mengundang pimpinan perwakilan ormas. Kemas H A Halim Ali dikenal sebagai tokoh yang disegani dan dinilai sangat mendukung terhadap agama Islam di provinsi itu.

"Acara ini dadakan habis pertemuan Kapolri di Jakarta tadi. Ya, inisiatifnya beliau (Halim Ali)," kata dia.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.