Kapolri: Bila ada gangguan di Pilkada Papua, akan berhadapan dengan TNI/Polri
Kapolri tidak akan mentolerir segala bentuk gangguan terhadap pelaksanaan Pilkada Paniai.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan kesiapan Polri mengamankan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Paniai. Hingga saat ini, Kabupaten Paniai belum melaksanakan pemungutan suara lantaran perbedaan antara KPU dan Panwaslu.
Masalah ini akan disampaikan kepada Ketua KPU dan Bawaslu pusat agar memberikan perhatian khusus supaya ada keputusan untuk pelaksanaan Pilkada Panian.
Bila sudah ada keputusan, TNI dan Polri siap mengamankan. Itu disampaikan Kapolri saat mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi di Base Ops Lanud Sentani, seperti dilansir Antara, Minggi (1/7).
Dari 171 daerah di Indonesia yang melaksanakan pilkada, dua kabupaten di Papua terpaksa harus mengalami penundaan pelaksanaan. Dua kabupaten itu adalah Paniai dan Nduga.
Untuk di Kabupaten Nduga, dari laporan yang diterima, pelaksanaan Pilgub sudah berlangsung. Saat ini sedang dilakukan penghitungan. Sedangkan di Paniai, hanya Pilgub yang dilaksanakan.
"Pelaksanaan pemilihan bupatidan wakil bupati Paniai belum dilaksanakan," ujar Kapolri Tito Karnavian.
Kapolri tidak akan mentolerir segala bentuk gangguan terhadap pelaksanaan Pilkada Paniai.
"Silakan KPU dan panwaslu menyelesaikan. Bila ada gangguan akan berhadapan dengan TNI/Polri," tegasnya.
Dia menambahkan, kunjungan kerjanya bersama Panglima TNI untuk menemui prajurit TNI dan Polri agar semakin baik dalam mengamankan Papua.
"Sinergisitas TNI/Polri semakin baik," tutupnya.
Baca juga:
Timses cagub minta KPU update data hitung cepat di situs
14 Daerah dari Papua hingga Tangerang tunda pemungutan suara Pilkada
Hitung cepat sementara KPU, Paslon nomor 2 mengungguli petahana di Pilgub Papua
Tak selenggarakan Pilkada, lima komisioner KPU Paniai dinonaktifkan
Masih konflik, Pilkada Bupati Paniai belum dijadwal ulang KPU Papua
Alasan keamanan, KPU belum jadwalkan Pilbup Paniai