LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapolri beberkan lima metode cegah radikalisme dan terorisme

Kapolri beberkan lima metode cegah radikalisme dan terorisme. Hal itu dikatakan Tito saat memberikan kuliah umum tentang ancaman radikalisme dan terorisme kepada 1.000 mahasiswa dari 30 perguruan tinggi serta peserta dari lima lembaga pendidikan pengembangan Polri.

2017-09-19 21:57:21
Kapolri Tito Karnavian
Advertisement

Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, memberikan kuliah umum tentang ancaman radikalisme dan terorisme kepada 1.000 mahasiswa dari 30 perguruan tinggi serta peserta dari lima lembaga pendidikan pengembangan Polri dan lima lembaga pendidikan kedinasan instansi negara, di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (19/9).

Tito menyampaikan bahwa perkembangan terorisme di Indonesia saat ini merupakan gelombang kedua perkembangan teror, yang ditandai dengan berubahnya ideologi dari salafi jihadi menjadi ideologi Takhfiri. Serta munculnya lone wolf dan leaderless jihad, sebagai dampak permasalahan konflik yang berada di Timur Tengah.

"Yang diterima tumpahannya sampai ke Indonesia dan negara-negara lain di regional Asia Tenggara, seperti di Marawi dan di Myanmar, yang merupakan fenomena global yang perlu ditangani secara komprehensif dan hati-hati agar tidak menimbulkan rasa solidaritas yang masif dan akan mempersulit penanggulangannya," kata Tito.

Menurut Tito, untuk mengantisipasi metode yang paling baik adalah dengan penggunaan soft approach, melalui lima langkah. Langkah pertama adalah kontra radikalisasi. Kedua pelibatan mahasiswa dan elemen negara lainnya dalam proses deradikalisasi. Ketiga meluruskan ideologi jihad agar tidak banyak masyarakat yang terpengaruh ideologi ini.

"Selanjutnya adalah menetralisir media yang menyebarkan berita-berita bohong atau fake news dan yang terakhir adalah menetralisir situasi yang memungkinkan tumbuh dan berkembangnya radikalisasi," ujar dia.

Tito menambahkan, penggunaan kekuatan yang terukur juga diperlukan dengan didukung analisis intelijen yang kuat. "Scientific criminal investigation untuk membuktikan tindak pidana yang terjadi tanpa perlu penggunaan kekerasan, kolaborasi dengan satuan - satuan TNI untuk menghadapi segala macam pertempuran baik urban war maupun jungle warfare, semua upaya ini perlu landasan hukum yang memberikan kewenangan kepada Polri untuk bertindak lebih flexible melalui revisi Undang-undang teror," pungkasnya.

Baca juga:
Tito harap KPK dan Polri tetap sinergis berantas korupsi
Agus Rahardjo: Kalau KPK tak harmonis dengan Polri yang senang koruptor
Kapolri sayangkan harusnya Novel dan Aris Budiman tak perlu berkonflik
Ketua KPK & Kapolri kompak sebut tak terpengaruh konflik Dirdik-Novel
Kapolri Tito Karnavian pimpin sertijab Irwasum dan Kabaharkam Polri
Ketua KPK ungkap adanya sapaan khusus untuk Kapolri Tito
Ketua KPK & Kapolri mesra di tengah seteru Dirdik Aris-Novel Baswedan

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.