Kapolres terobos hujan batu, pimpin evakuasi di radius 10 Km
Saat Kapolres dan timnya bergerak dengan mobil dan truk, situasi masih gelap gulita dan hujan batu.
Kapolres Kediri AKBP Deni Daryadi bersama dengan satu peleton Brimob bergerak naik ke desa-desa dengan radius 10 kilometer dari puncak Gunung Kelud. Anggota polisi ini bergerak menyusul laporan bahwa masih ada warga yang tertinggal belum ikut mengungsi karena wilayah tinggalnya tidak dilalui truk-truk evakuasi.
"Meskipun kondisi darurat, Kapolres dan tim Brimob serta beberapa anggota satuan reserse kriminal ikut naik ke radius 10 Km dari puncak. Mereka ingin menyelamatkan warga yang belum sempat mengungsi," kata Imam Mubarok, wartawan merdeka.com yang Jumat dini hari (14/2) pukul 01.24 WIB ini berada di Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Posisi Imam di Polsek Wates, tempat kapolres dan timnya mengawali gerak evakuasi.
Saat Kapolres dan timnya bergerak dengan mobil dan truk, situasi masih gelap gulita dan hujan batu.
Sebelumnya dilaporkan, masih banyak warga terutama di radius 10 Km dari puncak yang belum turun mengungsi.
Mereka antara lain berada di Desa Babatan, Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kediri.
"Polisi mengkhawatirkan masih banyak yang tertinggal. Sebab truk yang mengangkut pengungsi sejauh ini berada di jalanan beraspal. Banyak warga yang tinggal bukan di jalanan beraspal," kata Imam.
Baca juga:
Sejarah letusan Gunung Kelud dari masa ke masa
Gunung Kelud meletus, petir & lingkaran abu muncul di langit
Legenda Gunung Kelud dan kisah pengkhianatan cinta Dewi Kilisuci
Wajah raksasa muncul ketika Gunung Kelud erupsi
Tahun 1965, Gunung Kelud juga meletus pada Jumat Wage