LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapolres sebut Makassar bebas dari persekusi

Kepada masyarakat, Kapolres mengimbau agar segera melapor kepada petugas keamanan jika menemukan permasalahan yang berkaitan dengan tidak pidana.

2017-06-04 16:30:00
Persekusi
Advertisement

Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Endi Sutendi mengklaim Makassar dalam situasi kondusif di tengah maraknya aksi persekusi. Endi Sutendi memastikan Kota Anging Mamiri itu bebas dari persekusi.

Kepada merdeka.com, Minggu (4/6),Endi Sutendi mengungkapkan harapannya agarMakassar tetap terjaga dari kasus demikian. Kepada masyarakat, dia mengimbau agar segera melapor kepada petugas keamanan jika menemukan permasalahan yang berkaitan dengan tidak pidana.

"Alhamdulillah Makassar hingga saat ini masih kondusif, diharapkan tetap terjaga. Kalau ada permasalahan, diselesaikan dengan baik apakah itu melalui jalur musyawarah ataukah melalui jalur hukum di kepolisian," ujar Endi Sutendi.

Advertisement

Secara terpisah, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Wahda Islamiyah Rahmat Abdurrahman berharap kasus persekusi yang terjadi ditangani secara proporsional. Kasus perkusi ini muncul setelah kader ormas tertentu melakukan kekerasan secara verbal terhadap remaja berinisial M (15) di Cipinang, Jakarta Timur.

"Kami berharap kasus persekusi ini ditempatkan pada sesuatu yang proporsional. Jangan hanya kepada satu pihak tetapi kepada semua pihak," kata Rahmat Abdurrahman.

Sebelumnya, Kepala Sub Direktorat Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakanM dipaksa oleh kader ormas tertentu untuk meminta maaf dan mengakui perbuatannya lantaran dituduh telah mengolok-olok salah satu ormas keagamaan beserta pimpinannya melalui postingan media sosial. M bahkan diancam akan dilukai jika mengulangi perbuatan serupa.

Advertisement

Rahmat Abdurrahman mengingatkan, harus ada prinsip keadilan yang ditegakkan dalam kasus persekusi tersebut.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.