Kapolres Paniai dicopot terkait kasus penembakan di Deiyai
Kapolres Paniai dicopot terkait kasus penembakan di Deiyai. Selain Kapolres Paniai dan Kapolsek Tigi yang diserah terimakan terkait kasus penembakan di Deiyai, Polda Papua juga menarik personel brimob yang bertugas di kawasan itu.
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli mengatakan, Kapolres Paniai AKBP Supryagung dan Kapolsek Tigi akan segera dicopot terkait kasus penembakan di Deiyai yang menewaskan satu warga sipil.
"Personil Brimob diganti sehingga memudahkan pemeriksaan terhadap mereka, kata Kapolda Papua seusai memimpin serah terima jabatan tiga," kapolres di Jayapura, Senin (7/8). Demikian dikutip dari Antara.
Selain Kapolres Paniai dan Kapolsek Tigi yang diserah terimakan terkait kasus penembakan di Deiyai, Polda Papua juga menarik personel brimob yang bertugas di kawasan itu.
Dikatakan, tim investigasi Polda Papua yang dipimpin Kabid Propam akan melakukan gelar perkara bersama Komnas Ham Papua untuk membahas temuan temuan di lapangan.
Tiga Kapolres yang diserah terimakan yaitu Kapolres Boven Disul dari AKBP Yamin Dian Priono kepada AKBP Yohanes Afri Budi, Kapolres Biak Numfor dari AKBP Hadi Wahyudi kepada AKBP Rachmad Ansori dan Kapolres Tolikara dari AKBP Mus M Korwa kepada AKBP Indra Hermawan.
Kasus penembakan ini bermula saat warga meminta bantuan untuk menolong orang tenggelam kepada karyawan perusahaan konstruksi yang sedang membangun jembatan di Kali Onaibo. Namun karyawan itu menolak.
Warga yang marah kemudian menyerang dan dilerai Brimob. Saat itu polisi mengaku mengeluarkan tembakan peringatan. Namun mengenai seorang warga hingga tewas.