LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapolres Pangkep diduga selingkuh, Kapolda Sulsel tegaskan perilaku polisi harus baik

AKBP Bambang Wijanarko dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Pangkep, Sulawesi Selatan. Perwira menengah Polri itu dicopot lantaran diduga selingkuh dengan bawahan di tempatnya bertugas.

2018-07-12 14:37:56
Polisi
Advertisement

AKBP Bambang Wijanarko dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Pangkep, Sulawesi Selatan. Perwira menengah Polri itu dicopot lantaran diduga selingkuh dengan bawahan di tempatnya bertugas.

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Umar Septono membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, kasus perselingkuhan tersebut terungkap bukan karena ada laporan dari seseorang, melainkan atas penyelidikan tim internal Propam Polda Sulsel.

"Karena semua personel Polri kita awasi perilakunya sebagai perwujudan program promoter menuju Polri yang dipercaya," kata Irjen Pol Umar Septono kepada merdeka.com, Kamis (12/7).

Advertisement

Dia menegaskan, untuk mewujudkan program tersebut, prilaku anggota Polri harus baik. Apalagi di level pimpinan harus bisa menjadi contoh.

AKBP Bambang Wijanarko ©2018 youtube/Munjiyah Dirga

Advertisement

"Maka prilakunya harus baik terutama level pimpinan harus dapat jadi contoh. Maka sedikit ada gejala prilaku yang tidak pantas langsung kita ambil tindakan. Kecepatan dan ketegasan diperlukan agar tidak menular dan merusak nama baik Polri," katanya.

Dalam rekaman video serah terima jabatan Kapolres Pangkep yang beredar di media sosial, AKBP Bambang Wijanarko terlihat memberikan sambutan sambil menangis di depan anak buahnya.

Kepada anak buahnya, dia meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah dilakukannya.

"Saya manusia biasa tak luput dari kesalahan. Raga saya bisa tidak di sini tapi hati dan jiwa saya bersama rekan-rekan semua. Maafkan saya, kita sudah jadi keluarga, bukan atasan bawahan tapi keluarga, saya mohon maaf atas nama pribadi dan keluarga saya, semoga Allah SWT masih memberi saya kesempatan lagi bersama-sama rekan-rekan dalam penugasan lain," katanya.

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.