LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kapolres Malang Dicopot Imbas Kerusuhan, Kompolnas: Sudah Tepat Bentuk Tanggung Jawab

Meskipun dicopot bukan berarti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat terbukti lalai dan salah.

2022-10-04 14:54:37
stadion kanjuruhan
Advertisement

Komisioner Kompolnas Yusuf Warsyim menilai, langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat sudah tepat. Pencopotan ini buntut kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Barat pada Sabtu (1/10).

"Sudah presisi," kata Yusuf, saat dihubungi, Selasa (4/10).

Yusuf mengatakan, pencopotan Ferli untuk mempermudah proses pendalaman dan pemeriksaan terkait kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Selain itu, keputusan tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban pimpinan di wilayah Malang.

Advertisement

"Hal ini terkait pertanggungjawaban sebagai pimpinan, Kapolres dalam pelaksanaan tugas anggotanya dalam pengamanan pertandingan sepak bola itu," ujarnya

Yusuf menuturkan, meskipun dicopot bukan berarti Ferli terbukti lalai dan salah. Kelalaian dan kesalahan dapat dibuktikan berdasarkan hasil penyelidikan lebih lanjut.

"Pencopotan jabatan sebagai pimpinan, belum bisa dinilai dan disimpulkan ada kelalaian apalagi kesalahan. Kelalaian dan kesalahan akan ditentukan oleh hasil pendalaman dan pemeriksaan nantinya," ucapnya.

Advertisement

Yusuf menambahkan, Kompolnas mendapatkan masukan dari pelbagai pihak, semestinya Kapolri tidak hanya mencopot Ferli. Seharusnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta juga turut dicopot imbas kerusuhan di wilayahnya.

"Saya sebagai anggota Kompolnas memang ada menerima pendapat dan masukan, bahwa semestinya pimpinan tertinggi Polri tidak hanya mencopot Kapolres Malang untuk kepentingan pendalaman dan pemeriksaan, tetapi juga pimpinan kewilayahan di atasnya juga," tambahnya.

Yusuf menegaskan, Kompolnas akan terus memantau opini dan masukan lain, baik dari media sosial hingga media massa. Masukan tersebut akan diterus ke pimpinan Polri untuk ditindaklanjuti.

"Pendapat dan masukan tersebut juga terpantau telah beredar di medsos dan media massa. Dalam hal ini akan terus kami pantau dan tentu akan meneruskan ke pihak pimpinan Polri untuk dapat mendalami dan mempertimbangkan pendapat dan masukan tersebut apakah tepat atau tidak," tutupnya.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar

(mdk/tin)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.