Kapolda Sumbar datangi lokasi banjir Limapuluh Kota
Kapolda Sumbar datangi lokasi banjir Limapuluh Kota. Nur Afiah menambahkan sebanyak dua regu Sabhara Polda Sumbar telah melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk membersihkan batang pohon kayu yang mengganggu arus lalu lintas.
Kapolda Sumatera Barat Brigjen Fakhrizal mendatangi lokasi banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota. Banjir tersebut mengakibatkan jalur Sumbar-Riau terputus.
"Kapolda Sumbar beserta Irwasda dan rombongan sudah berangkat sejak pukul 08.00 Wib," ujar Wakapolda Sumatera Barat Kombes Nur Afiah, Sabtu (4/2) seperti diberitakan Antara.
Kapolda, lanjut Nur Afiah, bakal mengkoordinasikan personel yang sudah berada di lokasi banjir terlebih dahulu.
Sebelumnya beberapa pejabat utama Polda Sumbar telah berada di lokasi melakukan penanganan bencana secara langsung seperti Karo Ops, Direktur Sabhara, Direktur Lalu Lintas dan Kasat Brimob Polda Sumbar.
"Personel Polda juga telah langsung diturunkan memberikan bantuan untuk evakuasi dan penanganan pascabanjir dan longsor," tuturnya.
Nur Afiah menambahkan sebanyak dua regu Sabhara Polda Sumbar telah melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk membersihkan batang pohon kayu yang mengganggu arus lalu lintas.
"Sementara satu regu lainnya melakukan evakuasi terhadap korban bencana dan mobil yang terperosok ke dalam lumpur," ungkapnya.
Tak hanya itu, polisi juga mendirikan tenda darurat dan menjalin koordinasi dengan BPBD, Basarnas dan pemerintah daerah dalam melakukan penanganan bencana banjir dan longsor tersebut.
Sementara itu, Kepala BPBD Limapuluh Kota Nasriyanto mengatakan berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, dari 23 lokasi tersebut, 13 titik longsor dan 10 lokasi banjir.
Dari 13 lokasi longsor, tujuh diantaranya terjadi di Nagari Koto Alam dan satu titik di Sibunbun Nagari Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Selain itu, tiga titik di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan, dua titik sebelum Kelok Sembilan, tepatnya di Air Putiah, Kecamatan Harau.
Untuk lokasi banjir, terdapat 10 titik diantaranya Nagari Sopang, Pangkalan, dan Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Selain itu, di Kecamatan Kapur IX, Nagari Limbanang Baruah, Kecamatan Suliki, Nagari Mungka, Kecamatan Mungka, dan Nagari Subarang air, Balai Panjang, dan Bukik Sikumpa, Kecamatan Lareh Sago Halaban.
(mdk/rhm)